Banjir Kerap Melanda, Ketua DPRD Soroti Kerusakan Hutan

oleh -270 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/2/2021)

Musibah banjir yang terjadi di beberapa kecamatan wilayah Kabupaten Sumbawa pada musim penghujan belakangan ini mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Sebab banjir itu bukan hanya akibat luapan sungai, tapi juga air yang terjun bebas dari atas gunung disertai lumpur dan bebatuan. Kondisi ini membuat Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, prihatin.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/2), Rafiq—sapaan akrab pejabat ramah ini, menilai banjir di beberapa kecamatan dan longsor di beberapa titik, karena hutan sudah rusak dan gundul. Pohon-pohon yang diharapkan sebagai penahan dan penyerap air, sudah habis dibabat oknum-oknum tak bertanggung jawab. Hampir semua gunung dan hutan telah dijamah para pelaku illegal logging. Di samping itu banyak lahan kawasan berubah fungsi menjadi lahan pertanian karena warga memanfaatkannya untuk menanam jagung.

Sementara sungai, lanjut politisi yang juga Ketua DPC PDIP Sumbawa ini, mengalami penyempitan dan pendangkalan. Demikian dengan saluran drainase sudah tidak sesuai dengan kapasitas air yang masuk. “Hutan gundul, sungai dangkal dan saluran irigasi yang sempit adalah tiga fakta yang saya temukan langsung saat saya turun langsung ke desa-desa,” kata Rafiq.

Karena itu tiga kenyataan ini harus segera diantisipasi dan ditangani. Ia akan membicarakan persoalan ini kepada Bupati dan leading sector terkait untuk merumuskan langkah cepat apa yang akan dilakukan dalam waktu segera.

Baca Juga  Bupati Sumbawa Dihujani Prestasi Nasional

Misalnya terkait dengan anggaran, Rafiq menyatakan bahwa DPRD akan komit memberikan dukungan kepada Pemda karena keselamatan masyarakat lebih utama daripada apapun.

Paling penting lagi, ungkap Rafiq, adalah peran kepala desa dalam menjaga hutan di wilayahnya. Sebab sumberdaya kehutanan sangat terbatas tak sebanding dengan luas hutan yang diawasi. “Jadi keterlibatan aktif kepala desa dan masyarakatnya harus dimaksimalkan. Karena kerusakan hutan akan berdampak buruk terhadap masyarakat itu sendiri. Ini tanggung jawab bersama, semua elemen harus terlibat,” tukasnya. (SR)

bankntb DPRD DPRD