Gubernur NTB Ungkap Tiga Tanda Inovasi

oleh -111 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/2/2021)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengatakan bahwa inovasi itu ketika aktivitasnya melahirkan produk baru. Namun ketika hasil produknya masih lama, keberhasilan inovasi bisa juga pada terciptanya pasar yang baru. “Produknya boleh tidak baru tapi pasarnya baru atau kalau pasarnya lama produknya harus baru. Kalau produknya tidak baru, pasarnya tidak baru, maka mesti ada proses atau caranya yang baru. Ketika prosesnya baru, produknya baru dan pasarnya baru atau kombinasi di antara ketiganya ini, maka kita bisa mengklaim kita melakukan inovasi ,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul pada acara wisuda 198 mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Aula RPK, Olat Maras, Sabtu (13/2/2021).

Lanjut Bang Zul, bahwa produk baru dan pasar baru atau proses baru memiliki arti jika menghasilkan 3 output. Pertama, produk, proses dan pasar menjadi lebih baik (better). Kedua, lebih cepat (faster). Untuk lebih cepat harus dicari cara baru sehingga yang seharusnya produk itu dihasilkan membutuhkan waktu 2 tahun, menjadi hanya 2 hari bahkan 2 jam. Ketiga, lebih murah (cheaper). Jika sebelumnya belanjanya mahal, dengan inovasi menjadi murah.

“Intinya inovasi itu menjadi sesuatu menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Inilah yang harus diciptakan oleh teman-teman lulusan Magister Manajemen Inovasi di Sekolah Pasca Sarjana UTS. Dengan gelar yang disandang itu diharapkan bisa membuat perencanaan dan menjadikannya sebagai renungan untuk melakukan cara baru dalam melihat persoalan, menghasilkan produk baru, maupun melahirkan pasar baru yang lebih baik lebih, lebih mudah, lebih cepat dan lebih bertanggung jawab,” pungkasnya.

Baca Juga  40 Kelompok Pramuka Penggalang Unjuk Kehebatan Dalam Lomba Memasak  

Dalam kesempatan itu Bang Zul juga pendiri UTS, menyampaikan selamat dan terima kasih kepada para wisudawan dan dosen yang sudah  berkontribusi besar selama 8 tahun usia UTS. “Usia 8 tahun ini seperti anak yang sedang lucu-lucunya dan menggemaskan, bahkan sering bandel-bandel. Dengan makin meningkatnya usia kita mampu menjadikan tempat ini sebagai tempat ternyaman, menyenangkan, dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi semesta alam,” kata Bang Zul.

Terakhir, Bang Zul berpesan kepada para dosen bahwa dunia sudah berubah. Bukan jamannya lagi mempersulit mahasiswa untuk lulus. Sebab IPK rendah tidak menghambat orang menjadi kaya dan sukses. Sebaliknya IP yang tinggi tidak menjamin seseorang itu sukses. “Kita harus latih mereka sehingga menjadi partner kita di masa yang akan datang. Jadi bukan zamannya lagi pada aturan main yang kadang-kadang membuat kita menjadi manusia yang mekanistik. Kewibawaan tidak harus ditunjukkan dengan bikin susah orang. Kewibawaan dan lain sebagainya ditunjukkan dari kerendahan hati dan ketulusan untuk membimbing mereka sebagai kawan agar lebih mudah untuk menapaki jalan yang benar,” ujarnya mengingatkan. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb