Bereaksi Keras, Tokoh Sumbawa Surati Presiden Soal Din Syamsuddin

oleh -583 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13/2/2021)

Tidak hanya sejumlah tokoh nasional bereaksi atas tuduhan radikalisme dan pelaporan terhadap Prof. Dr. H. Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), namun juga tokoh Sumbawa bersikap sama. Para tokoh yang tergabung dalam Sumbawa Menggugat ini langsung menggelar pertemuan besar di Resto Raberas Sumbawa, Sabtu (13/2/2021) malam.

Hadir dalam pertemuan yang dipimpin Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd ini di antaranya H. Asaat Abdullah ST, Drs. Umar Hasan, Ust. Syukri Rahmat S.Ag, Ust. Faisal Salim S.Ag, Dr. Syafruddin ME, Dr. Drs. A. Rachman SH., M.Si, Ir. Padusung, Fachri SH, M. Yamin SE M.Si, Berlian Rayes S.Ag., M.Si, Adizul Sahabuddin SP MP, H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH, Ubaidillah M.Si, Heri Kurniawan Hasan S.IP M.Si, Zulfikar Dimitri SH MH, Rizki Akbar SE, dan Edy Kurniawansyah M.Pd.

Pertemuan besar tersebut melahirkan pernyataan sikap. Disebutkan Koordinator Umum Sumbawa Menggugat, Dr. Drs. Arachman Alamudy SH., M.Si, ada empat poin pernyataan sikap yang disuarakan Sumbawa Menggugat. Pertama, meminta kepada presiden untuk bersikap bijak terhadap stigma radikal yang dituduhkan kepada para tokoh agama, termasuk kepada Prof. Din Syamsuddin. Kedua, meminta kepada presiden agar menjaga kondusifitas negara dengan menjaga marwah para tokoh agama, termasuk kepada Prof Din Syamsuddin. Ketiga, meminta kepada presiden tidak merespon laporan-laporan tidak jelas terhadap Prof Din Syamsuddin. Dan keempat, meminta kepada Kapolri untuk menindaklanjuti laporan “Sumbawa Menggugat” kepada GAR yang telah memfitnah Prof Din Syamsuddin.

Baca Juga  Pulang Lebaran, Babak Belur Dikeroyok   

Menurut Abi Mang–sapaan mantan Pimpinan DPRD Sumbawa ini, pernyataan sikap ini akan dibacakan di Kantor Bupati oleh perwakilan para tokoh yang direncanakan dilaksanakan pada Hari Selasa, 16 Februari 2021 pukul 10.00 Wita.

Setelah itu para tokoh akan beranjak ke Polres Sumbawa untuk melaporkan secara resmi kelompok-kelompok yang menuding radikalisme terhadap Prof Din Syamsuddin. “Ini adalah gerakan nurani Tau dan Tana Samawa yang cinta terhadap para ulama. Jangan lagi ada ulama yang didiskreditkan dan diskriminalisasi. Meski langit runtuh, kebenaran harus ditegakkan,” tegas mantan Ketua Golkar Sumbawa ini. (SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb