Komisi II DPRD KSB akan Lahirkan Perda Peternakan dan Kesehatan Hewan

oleh -54 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (6/2/2021)

Komisi II DPRD Sumbawa Barat akan menginisiasi lahirnya peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). “Kedepan ini akan menjadi salah satu Raperda inisiatif DPRD yang akan kami perjuangkan menjadi Perda,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Sumbawa Barat, Aheruddin Sidik, Jumat (5/2) kemarin.

Politisi Muda Kecamatan Seteluk ini juga mengatakan bahwa rancangan Perda inisiatif ini dihajatkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas sumber daya hewan, termasuk ketersediaan pangan yang aman, sehat dan halal, serta memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat pelaku usaha peternakan. “Wawasan dan paradigma baru di bidang peternakan serta kesehatan hewan perlu dikembangkan melalui kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” dorong Aher.

Menurutnya, Raperda Peternakan dan Kesehatan Hewan ini akan lebih mengutamakan aspek keamanan terhadap ancaman penyakit serta upaya menghindari risiko yang dapat mengganggu kesehatan baik pada manusia, hewan, tumbuhan maupun lingkungan. Raperda dimaksud juga akan mengatur secara khusus berbagai hal lainnya menyangkut peternakan. Antara lain peredaran hewan tidak halal di pasaran agar sedapat mungkin diminimalisir dan memastikan kesehatan hewan ternak layak untuk diperjualbelikan.

Selain itu, Komisi II saat ini sedang berkonsultasi dengan pihak terkait, termasuk melakukan study banding ke daerah yang sudah memiliki Perda tentang peternakan ini, serta meminta masukan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTB. “Insyaa Allah kajian naskah akademik dan draf rancangan peraturan daerahnya akan kami tuntaskan di pertengahan tahun 2021 sebagai salah satu tahapan dan syarat untuk diusulkan menjadi rancangan peraturan daerah (Perda),” demikian politisi muda PKPI ini. (HEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  InsyaAllah, Paket Zul-Rohmi Tinggal Dilantik