Penambang Emas Tewas Terseret Sungai Tongo Loka

oleh -256 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (25/1/2021)

Luapan air sungai di Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), makan korban. MS (53) pria yang berprofesi sebagai penambang emas tanpa ijin (PETI) ditemukan tewas tenggelam. Korban dinyatakan hilang tergulung arus luapan sungai Tongo, Sabtu (23/1/2021) lalu pukul 16.30 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD KSB, Lalu Muhammad Azhar yang dikonfirmasi melalui Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik, Yuliyana, ST., M.Eng, Senin (25/1) membenarkan kejadian tersebut. Bermula ketika warga Desa Tatar tersebut hendak pulang usai melakukan aktivitas penambangan di sekitar wilayah Gunung Tongo Loka. Saat itu, korban bersama seorang rekannya terjebak hujan dan tingginya luapan Sungai Tongo. Karena tidak bisa menyeberang, korbanpun berencana menginap, sembari menunggu air sungai surut. Namun saat temannya tertidur, korban berinisiatif untuk pulang sendiri. “Naasnya, korban terbawa arus sungai Tongo Loka pada saat menyebrang,” kata Yuliyana.

Setelah hilang selama 46 jam, korban akhirnya ditemukan pada Senin (25/1) siang pukul 13.45 Wita sudah dalam keadaan meninggal dunia oleh tim BPBD, Polsek dan Koramil Sekongkang, serta warga setempat.

Penemuan korban tenggelam di Sungai Tongo Loka ini juga diungkapkan Kapolres KSB AKBP Herman Suriyono melalui Paur Subbag Humas, IPDA Edi Sobandi. Ia mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi terjepit batu besar. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi terjepiit di bawah batu besar,” ujar Edi.

Baca Juga  PT BA Membandel, Komisi II Desak Langkah Hukum

Setelah dievakuasi ke Puskesmas Tongo, jasad korban dipulangkan ke rumah duka atas permintaan keluarga, dengan alasan untuk mempercepat proses pemakaman. Atas kejadian tersebut, Edi mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktifitas di sekitar sungai dan gunung untuk menghindari potensi bencana. Terlebih lagi intensitas curah hujan saat ini masih tinggi. (SR)

bankntb DPRD DPRD