Pemda KSB Menunggu Realisasi CSR PT Amman Mineral Tahun 2021

oleh -153 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (25/1/2021)

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Abidin Nasar mengaku belum bisa menilai konstribusi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terkait dengan pengalokasian dana CSR perusahaan nasional tersebut. Sebab PT Amman Mineral baru mensosialisasikan rencana kerjanya Tahun 2021 dalam penerapan CSR kepada masyarakat. Dalam sosialisasi yang dilaksanakan November 2020 lalu itu ungkap Abidin, PT Amman Mineral menyatakan akan lebih focus pada pengembangan pariwisata di Sumbawa Barat. “Kami pimpinan pernah diundang pada Bulan November 2020 oleh manajemen PT AMNT mensosialisasikan rencara pengembangan pariwisata yang sudah dikaji mendalam, baik dalam pengembangan ekonomi lokalnya dan peningkatan kapsitas masyarakat. Ini akan dilaksakan pada tahun 2021 ini sehingga saya tidak bisa menilai saat ini karena masih Bulan Januari dan masih ada 11 bulan lagi pihak perusahaan membuktikan semua janji-janjinya,” kata politisi PKS ini.

Ia tak menampik adanya masyarakat yang membanding-bandingkan antara PT Newmont dengan PT AMNT. Menurut Abidin Nasar, dua perusahaan itu memiliki manajemen berbeda, demikian dengan pola penerapan CSR-nya. Apalagi dengan mekanisme yang baru tentu perlu ada penyesuaian di tengah masyarakat. Dan masyarakat saat ini lanjutnya, masih terhegemoni dengan pola PTNNT dalam memberikan CSR yang setelah memberikan bantuan langsung selesai tanpa harus melihat keberlanjutannya. Sementara AMNT polanya berbeda, memberikan bantuan sambil membimbing penerima sampai bisa mandiri. Salah satu contoh, bantuan budidaya udang vaname di Dusun Anyar dan pembinaan Pokdarwis di Pantai Jelenga yang terus dikawal sampai mereka bisa berdiri sendiri. “Baru-baru ini juga saya dengar PT AMNT berangkatkan anak anak lulusan SMK untuk diberikan pelatihan selama setahun ke luar daerah. Ini merupakan pola baru, sehingga tidak heran kalau masyarakat belum merasakan dampaknya saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov NTB akan Ajukan Kajian Penerapan PSSB ke Pusat

Terkait dengan bantuan PT Amman Mineral kepada Pemda KSB sebesar Rp 5 Milyar, Abidin Nasar menyarankan untuk dimasukkan dalam APBD agar dapat dipertanggung-jawabkan. Anggaran itu dapat dialokasikan untuk pengembangan sumberdaya manusia atau pengembangan ekonomi kreatif. Dinas terkait tinggal mengeksekusi bersama perusahaan.

Sementara Head of Social Impact PT. AMNT, Yudha Jayadikarta mengatakan, pariwisata pasca pandemi akan berubah secara fundamental, lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat KSB khususnya di sekitar lingkar tambang. Di samping itu mempercepat proses pemulihan ekonomi. “Departemen Social Impact memang memprioritaskan pemberdayaan masyakarat di bidang pendidikan vokasi, karena ini berkaitan dengan masa depan generasi muda KSB,” katanya.

Hal ini seiring dengan kebijakan Menparekraf yakni dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM mengedepankan tiga aspek. Yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Di masa depan inovasi merupakan cara untuk beradaptasi diperkuat dengan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Ini adalah kunci kebangkitan daerah KSB di 2021, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bagaimana kita terus menyosialisasikan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” tandasnya.

Menurutnya, pandemi ini memberikan kesempatan kepada daerah KSB untuk berbenah, mulai dari infrastruktur dasar, mempersiapkan segala detail produk pariwisata di industri kuliner, fashion, dan banyak lagi produk pariwisata lainnya yang bisa disiapkan selama masa pandemi ini. Yudha optimis dapat mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif di KSB. Bahkan dirinya mengaku sudah tidak lagi memiliki rasa pesimis, karena rasa tersebut sudah ditanggalkan sejak dahulu. “Urat pesimis saya ini sudah putus, saya optimis sekali dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di KSB lewat kerja sama semua pihak. Dan seiring dengan itu kami punya harapan untuk terus memotivasi masyarakat agar tetap disiplin dan kita pastikan bahwa kita bias memutus mata rantai dari COVID-19 dan komunikasi publik ini sangat penting,” Yudha menegaskan. (SR)

bankntb DPRD DPRD