Ngaku Dukun, Perkosa Pasien di Kamar Mandi Hotel

oleh -715 views

KOTA BIMA, samawarea.com (25/1/2021)

Praktek dukun yang dijalankan MP (53) berakhir di balik terali besi. Warga Kelurahan Kolo Kota Bima ini ditangkap Tim Puma Satreskrim Polres Bima Kota, setelah beberapa kali memperkosa pasiennya yang masih di bawah umur. Pelaku ditangkap saat berada di salah satu hotel, Minggu (24/1) sekitar pukul 12.00 Wita.

Kapolres Bima Kota melalui Kasubbag Humas, IPDA Ridwan, Senin (25/1) menyampaikan, kasus ini bermula ketika pelaku mengaku sebagai dukun. Pelaku mengajak korban ke salah satu hotel di Kota Bima dengan dalih akan mengobati korban. Saat itu korban berinisial YN (16) pergi ke hotel bersama temannya. Agar tidak diketahui temannya itu, pelaku pun mengajak korban berobat di dalam kamar mandi hotel. Ketika korban masuk, pelaku langsung mengunci pintu kamar mandi dan menjalankan aksi bejatnya. Korban disetubuhi secara cara paksa. Aksinya kembali terulang hingga 3 kali di lokasi berbeda, masih dengan alasan yang sama yakni mengobati korban. Bahkan setiap usai melakukan aksinya, pelaku kerap mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatannya ke orang lain.

Karena merasa ditipu serta sudah tidak tahan dengan ulah pelaku, ungkap Ridwan, korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Bima Kota. Tim Puma yang dipimpin AIPDA Abdul Hafid menyelidiki keberadaan pelaku. Untuk memancing pelaku, Tim meminta korban untuk menghubungi pelaku mengajak untuk bertemu. Pelaku pun sepakat bertemu dengan korban di kos-kosan miliknya. Tim yang mengetahui tempat pertemuan, menuju lokasi untuk menangkap pelaku. Namun tim tidak menemukannya di kos-kosan, karena pelaku merubah lokasi pertemuan dengan korban. Pelaku meminta korban bertemu di salah satu hotel di Kota Bima. Akhirnya Tim menuju hotel langsung mengamankan pelaku yang sedang duduk di lobi hotel.

Baca Juga  Kejahatan di Sumbawa Meningkat

Ternyata hasil pemeriksaan polisi, berhasil mengungkap kejahatan lain dari pelaku. Selain memperkosa korban, pelaku diduga mencuri satu unit sepeda motor milik ibu kos-kosan dan sudah dijual di Kabupaten Dompu. Hasil pengembangan, tim menemukan barang bukti tersebut. Kini pelaku terancam mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang lama, karena terlibat dua kasus sekaligus. (SR)

bankntb DPRD DPRD