Kalah Judi Online, Anak Diikat di Jendela dan Dihajar Lalu Divideokan

oleh -357 views

MATARAM, samawarea.com (25/1/2021)

AF (30) bukan ayah yang baik. Kelakuan warga Lingkungan Karang Bedil, Kecamatan Cakranegara Timur, Kota Mataram ini tak pantas ditiru. Pria pengangguran tersebut tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih berusia 7 tahun. Penganiayaan itu dilakukan beberapa kali dan divediokan hingga viral di media sosial. Tanpa menunggu waktu lama, petugas meringkus AF. ‘’Kami mengamankan pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ini ada ayah yang menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 7 tahun. Anak kandungnya ini masih SD,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi di Mataram, Senin (25/1/2021).

Terakhir kali penganiayaan dilakukan pada 30 Desember sekitar pukul 21.00 Wita. Pelaku beraksi dengan mengikat korban menggunakan tali rapia di tiang jendela. Korban diikat kurang lebih satu jam. Pelaku gelap mata dan mulai memukul paha korban. Korban lalu divideokan oleh pelaku. Sambil berkata, dirinya berbuat seperti itu karena ibu korban yang tak lain adalah istrinya yang bekerja sebagai TKW di Singapura tidak pernah menghubungi selama beberapa hari. ‘’Dia berkata, kalau tiga hari ibumu tidak menelpon. Ikatan itu tidak akan dibuka. Itu bentuk ancaman untuk istrinya yang bekerja sebagai TKW,’’ kata Kombes Heri.

Tindakan keji itu dilakukan pelaku untuk memancing perhatian istrinya. Tujuannya agar sang istri segera mengirim uang dari luar negeri. ‘’Tujuannya itu agar istrinya kasihan anaknya dipukul lalu dikirimkan uang,’’ tuturnya.

Baca Juga  Bus Rombongan Wisudawan Asal Lotim Tertimpa Pohon

Berdasarkan hasil visum, terdapat luka memar di paha dan punggung korban. Pelaku diduga tidak sekali menganiaya korban. Ini terlihat bekas luka lama. “Kita duga tidak sekali pelaku menganiaya korban,’’ beber Heri.

Kasus ini diungkap cukup mudah. Karena viral di media social, pelaku dicokok petugas di rumahnya. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku beberapa kali menerima kiriman uang dari istrinya di Singapura. Terakhir kali, lelaki bertato itu mendapat kiriman Rp 9 juta. Tapi dihabiskan pelaku untuk judi online. “Kepada penyidik pelaku cukup lantang mengakui perbuatannya. Buah hatinya ia siksa semata-mata untuk mencari perhatian istrinya yang bekerja di negeri seberang. Uangnya yang ada dia pakai main judi online, dan selalu kalah,” ujarnya tanpa rasa sesal.

Terhadap perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 44 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PDKRT ancaman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 15 juta. (SR)

bankntb DPRD DPRD