Provokasi Warga Saat Dibekuk, Pengedar Shabu ini Teriaki Polisi

oleh -160 views

MATARAM, samawarea.com (23/1/2021)

Upaya provokasi yang dilakukan BR alias Toto (34) agar lolos dari penangkapan polisi, tak membuahkan hasil. Warga yang hendak membantunya seketika mundur setelah mengetahui teriakan “maling” terhadap anggota Satuan Resnarkoba Polresta Mataram ternyata tidak benar. Warga seketika mundur setelah mengetahui, polisi hendak meringkus pelaku yang merupakan pengedar narkoba asal Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Aksi yang cukup dramatis ini terjadi pada malam hari di Gang Al Mustofa Jalan Sultan Kaharudin Lingkungan Pande Besi, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, belum lama ini. “Petugas cukup repot sesaat sebelum menangkap pelaku. Karena pelaku berteriak maling saat petugas datang,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Sabtu (23/1/2020).

Kombes Heri menyebutkan, penangkapan ini berawal dari informasi adanya rumah yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. Mengetahui kedatangan polisi, pelaku langsung meneriaki maling dan berupaya melawan petugas. Tindakan ini terekam kamera CCTV. Teriakan itu sempat memancing datangnya warga sekitar yang ingin membantu pelaku. Warga lalu mundur setelah mengetahui petugas sedang berupaya menangkap pelaku. Penangkapan tersebut akhirnya menjadi tontonan warga sekitar.

Sesaat kemudian, lanjut Kapolresta, petugas mengundang kepala lingkungan untuk menyaksikan penggeledahan badan terhadap pelaku. Tapi tidak ada barang bukti yang didapatkan. Penggeledahan beralih ke sepeda motor pelaku. Di dalam jok, ditemukan sebungkus rokok yang di dalamnya terdapat klip plastik berisikan kristal bening yang diduga sabu seberat 4,74 gram.

Baca Juga  Mahasiswa UTS dan TNI di TMMD Bersinergi Tingkatkan Kualitas Hidup Warga KSB

Penggledahan dilanjutkan di rumah kos pelaku. Petugas mendapati ratusan klip plastik dan timbangan. Pelaku bersumpah barang yang ditemukan bukan miliknya. Tapi dia tidak bisa mengelak lagi setelah polisi menunjukkan bukti chat. Pelaku akhirnya mengaku shabu tersebut dibeli di Karang Bagu. ‘’Dia sampai bersumpah barang bukti bukan miliknya. Tapi kan bukti lainnya menguatkan itu punya dia,’’ timpal Kombes Heri.

Untuk asal muasal shabu, pelaku mengaku tidak mengenal seseorang tempatnya membeli. Sebab saat bertransaksi pelaku bertemu penjual itu di jalan. Tapi dia mengakui masih mengonsumsi shabu. Terhadap perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 112 ayat (1), pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman lima tahun penjara. (SR)

bankntb DPRD DPRD