BPBD NTB Serahkan Perbaikan 250 Ribu RTG dan Buku Tabungan DSP

oleh -20 views

LOMBOK BARAT, samawarea.com (21/1/2021)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB menggelar Serah Terima Perbaikan Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) sekaligus penyerahan Buku Tabungan Dana Siap Pakai (DSP) Stimulan Tahap II kepada para penerima bantuan di Aula Kantor Camat Gunung Sari Lombok Barat, Kamis, 21 Januari 2021.

Dalam momen ini, Bang Zul sapaan akrab Gubernur menekankan pentingnya peran BPBD bukan hanya hadir saat terjadinya musibah, melainkan harus sigap siaga sedini mungkin menghadapi bencana yang tak terduga kapan datangnya. Karena itu mitigasi bencana merupakan pekerjaan bersama yang harus menjadi perhatian semua orang. “Mitigasi bencana jadi PR serius, karena salah satu misi dari NTB Gemilang itu adalah tangguh dan mantap,” ucapnya.

Tak lupa, Bang Zul juga memberikan apresiasi kepada BPBD NTB dan pihak-pihak terkait yang sudah berkontribusi selama percepatan pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di NTB. Khususnya kepada Kalak BPBD NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha yang hari ini secara resmi Purna Bhakti sebagai seorang ASN. “Terima kasih Pak Sugi dan teman-teman yang mendampingi BPBD selama ini dan teman-teman dari TNI Polri, ini capaian yang luar biasa,” sanjung Bang Zul.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha melaporkan bahwa perbaikan RTG meliputi tiga tahapan. Total rumah yang diperbaiki sebanyak 250.000 rumah. “Tahap pertama yaitu sebanyak 220.604 unit rumah, ini yang diselesaikan tahap pertama. Kemudian di tahap kedua, itu sudah review irtama sebanyak 17.314,” ungkapnya.

Baca Juga  Lomba SKJ Djadoel 2018, Bupati: Budayakan Semangat Berolahraga

Kegiatan pembangunan RTG yang sudah berlangsung selama dua tahun ini juga masih menemukan sejumlah kendala, namun sampai dengan saat ini persoalan tersebut mampu diatasi dengan baik. “Namun di sisi lain, pekerjaan rumah kita bukan hanya bagaimana menyelesaikan tahap I dan tahap II, tapi masih ada kegiatan-kegiatan lain yang di luar review irtama, ini boleh kita katakan nanti menjadi tahap III,” tambah Sugihartha.

Sesuai dengan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2020, Sugihartha menyebut jika pada dasarnya penanganan pasca bencana ini untuk tahap II dilakukan sampai dengan akhir Desember 2020 yang lalu. Namun, dengan beberapa pertimbangan dan permasalahan yang menghambat selesainya proses-proses tersebut, pelaksanaan diundurkan sampai dengan bulan April tahun ini. “Sisa waktu ini kita berharap untuk kegiatan-kegiatan yang tahap kedua, maupun tahap satu yang belum terselesaikan, ini segera kita tuntaskan,” ujarnya.

Sebab itu, Ia berharap adanya perencanaan yang semakin matang dan terukur kedepannya. Sehingga, seluruh target yang telah ditentukan dapat segera diwujudkan. Sugihartha juga mengucapkan terima kasih atas seluruh pihak yang telah mengawasi dan melakukan pendampingan selama proses percepatan perbaikan RTG berlangsung. (SR)

bankntb DPRD DPRD