UTS Launching Global Village

oleh -164 views

Canangkan Olat Maras Jadi Desa Pemberdayaan, Pendidikan dan Wisata

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18/1/2021)

Terinspirasi dari beberapa desa wisata di Indonesia, UTS berkolaborasi dengan Grup Mentari Indonesia mencanangkan kawasan Olat Maras menjadi Desa Pemberdayaan pertama di Indonesia dan Desa Pendidikan dan Wisata pertama di Sumbawa, melalui program Global Village.

Global Village adalah sebuah kawasan yang dibangun untuk memfasilitasi masyarakat Indonesia dalam mengembangkan diri melalui berbagai program di dalam negeri seperti belajar bahasa asing, belajar kompetensi baru dan mengembangkan diri di luar negeri melalui beasiswa, magang, kerja, dan lainnya. Program ini juga dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya Sumbawa melalui pengelolaan wisata, UMKM, dan lain-lain. Tujuan dan konsep utama dari Global Village ini menciptakan kawasan belajar yang nyaman dan asri melalui wisata pendidikan bagi masyarakat.

Saat ini dengan tagline #utsmembumidanmendunia UTS meyakini potensi dan animo belajar masyarakat yang besar perlu wadah lebih inovatif lagi. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Global Village bisa menjadi pilihan tepat.  Melalui program pemberian beasiswa kepada mahasiswa internasional (Global Ambassador Svholarship), UTS akan mendatangkan puluhan mahasiswa asing dari 23 negara yang akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan civitas akademika UTS. Misalnya, dapat mempelajari bahasa dan budaya dari masing masing negara. Global Village bisa menjadi tempat pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dengan menghadirkan tim pengajar profesional ditambah dengan wisata alam yang asri.

Baca Juga  Bahaya, Sekolah di Mataram Dikepung Iklan Rokok

Tercetusnya ide kawasan Global Village ini sejak November tahun 2020 lalu dan pada Sabtu, 16 Januari 2021 telah diselenggarakan Soft Launching Global Village di lingkar Olat Maras UTS. Turut mengundang tokoh masyarakat setempat yakni Dusun Batu Alang, Leseng, dan Pernek, Global Village akan ‘running’ mulai Januari 2021 ini.

Dalam kesempatan itu General Manager Grup Mentari Indonesia, Imam Wahyuddin, S.Pd., SH mengaku memiliki banyak sekali program yang tentunya akan membantu teman-teman. Pihaknya berupaya mendatangkan seluruh student dari seluruh Indonesia untuk belajar di tempat ini. “Kami pun telah memiliki kerja sama dengan berbagai instansi luar negeri terkait beasiswa belajar ke berbagai negara bahkan bekerja. Tentunya setelah mengikuti kelas yang ada di sini. Selain belajar, students juga akan dapat menikmati wisata alam yang di fasilitasi oleh Global Village,” tutut Imam—putera asli Sumbawa ini.

Sementara Putri Rahmawati, B.Sc selaku Program Manager Global Village menyebutkan berbagai program unggulan di Global Village. Ia menawarkan beasiswa belajar ke luar negeri, penempatan kerja ke luar negeri (non-TKI atau profesional muda) profesional crew untuk kapal pesiar, pelatihan bahasa, dan pengembangan UMKM. “Saat ini kami sudah bekerja sama dengan seratus perusahaan asal Jerman terkait eksport dari Sumbawa. Yang membuat Global Village berbeda dengan Kampung Inggris yaitu metode zonasi,” jelasnya.

Diungkapkan Putri, salah satu kekurangan dari kampung-kampung bahasa lainnya yaitu English area-nya tidak berkembang. Nantinya pihaknya membuat zona. Misalnya di satu zona ketika masuk di kawasan tersebut wajib berbahasa Inggris, yang di dalam zona tersebut akan dijumpai toko atau cafe yang diisi oleh pekerja direkrut dari masyarakat setempat yang ingin berkontribusi. “Jadi bukan hanya student, pekerja dan pengunjung yang datang ke Global Village dengan tujuan menikmati wisata alam yang disuguhkan, akan belajar berbahasa Inggris bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Gagasan Pendirian Institut ISSB Sangat Visioner

Lebih jauh dikemukakan Putri, bahwa kick off programme Global Village adalah SAGES Scholarship, yaitu seleksi beasiswa studi ke 4 negara yakni Jerman, Austria, Swiss, dan Inggris untuk jenjang S1, S2, dan S3. “Tantangan utama dari suksesnya Global Village ini nantinya bukanlah semata keinginan belajar yang rendah, karena pasti jika melihat interaksi yang terbangun di Global Village bisa menumbuhkan hasrat belajar tetapi lebih tepatnya adalah menjangkau, mengedukasi masayarakat bahwa pendidikan adalah investasi yang paling tepat,” tandasnya.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D yang hadir pada acara soft launching Global Village mengatakan, kemitraan UTS dan Grup Mentari Indonesia dalam program Global Village ini akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang ingin belajar bahasa dan budaya dari berbagai Negara, di samping menemukan kesempatan pengembangan diri. “Dengan lokasi yang indah di bawah Bukit Olat Maras, Global Village UTS menjadi tempat pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan untuk mendapatkan banyak peluang dan kesempatan,” pungkasnya. (SR)

bankntb DPRD DPRD