Berlakukan Jam Malam, Melanggar Langsung Disikat

oleh -183 views

MATARAM, samawarea.com (14/1/2021)

Masyarakat Kota Mataram dilarang keras melakukan aktivitas sampai larut malam. Jika ini dilakukan, maka Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram akan mengambil tindakan tegas. Larangan ini setelah diberlakukannya jam malam. ‘’Kita akan bubarkan kegiatannya kalau melebihi waktu jam malam yang telah ditentukan,’’ tegas Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (14/1/2021).

Jam malam ini ungkap Kapolresta, mulai diberlakukan sejak Rabu (13/1) malam. Jam malam ini dengan batas maksimal pukul 22.00 Wita atau jam 10 malam. Ketentuan jam malam ini berdasarkan surat edaran Wali Kota Mataram yang dikeluarkan tahun lalu. Yaitu surat edaran nomor 443/542/BPBD/VIII/2020. Diputuskan, jam malam diberlakukan lagi sampai pukul 06.00 Wita, karena penyebaran Covid-19 di Mataram semakin meningkat. ‘’Kita bersama TNI dan Satpol PP akan menindaklanjuti pemberlakuan jam malam ini. Setiap malam akan dilaksanakan patroli skala besar bersama-sama,’’ tuturnya.

Kombes Pol Heri Wahyudi mengimbau warga Kota Mataram yang melaksanakan kegiatan di malam haridiminta untuk segera kembali ke rumah masing-masing pukul 22.00 Wita. Jika tidak, mereka terjaring dan diberikan tindakan tegas. Tapi sebelum disanksi, kepolisian dan aparat gabungan akan mengimbau secara humanis. Mulai dengan mematikan lampu terlebih dahulu. Jika tidak diindahkan, kegiatan warga dibubarkan petugas. ‘’Tetap kami akan humanis dulu. Tidak langsung asal-asalan membubarkan,’’ bebernya.

Baca Juga  Miliki Shabu, Empat Orang Diciduk Polisi

Khusus kepada pedagang. Dinas terkait diminta untuk aktif melakukan sosialisasi. Di atas jam 10 malam, pedagang makanan diminta untuk tidak melayani makan di tempat. Tetapi dibungkus untuk dibawa pulang. ‘’Mungkin yang take away atau yang bawa pulang masih dibolehkan,’’ katanya.

Heri menekankan, cukup banyak kafe yang masih buka di atas jam 10 malam. Tempat-tempat tersebut diatensi untuk diambil tindakan. ‘’Kami minta kafe-kafe pinggir jalan itu untuk tidak membuat kerumunan. Banyak yang kita lihat masih berkerumun. Kami akan datangi tempat-tempat itu,’’ tandasnya. (SR)

iklan bapenda