Rampas Tas Dokter, Residivis Terkapar Ditembak Polisi

oleh -146 views

LOMBOK BARAT, samawarea.com (12/1/2021)

Sepak terjang SR akhirnya tamat. Warga Desa Bungkate Kecamatan Jonggat Lombok Tengah ini terkapar setelah timah panas bersarang di kakinya, Senin (11/1) kemarin. Residivis pencurian dengan kekerasan (curas) ini diringkus Tim Puma Polres Lombok Barat, setelah korban terakhirnya seorang dokter.

DPRD

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Shiddiq, SH., SIK., mengatakan anggota terpaksa melepas tembakan karena pelaku yang dikenal licin seperti belut ini berusaha melarikan diri saat ditangkap. “Pelaku terpaksa dilumpuhkan karena berusaha kabur melalui atap rumah di BTN Rean Kecamatan Gerung, Lombok Barat,” ungkapnya.

Selama ini aksi SR sudah memakan banyak korban. Terakhir seorang dokter perempuan asal Desa Bunkate Kec Jonggat Lombok Tengah. Tas korban berhasil dibawa kabur. “Saat itu Hari Sabtu, 10 oktober 2020, sepulang kerja korban melintas di Jalan Raya Nyiur Gading, mengendarai sepeda motor membawa tas yang diletakkan di depan bawah kakinya,” jelasnya.

Ketika melintas di sebelah barat SPBU Nyiurgading, tas korban dirampas oleh dua orang tidak dikenal, yang mengendarai sepeda motor. “Pelaku yang dibonceng langsung mengambil tas korban kemudian kabur ke arah timur,” katanya.

Pelaku berhasil mengambil tas selempang berisi HP merk Xiaomi Redmi Note 8, SIM C, STNK sepeda motor, KTP, ATM BRI, ATM BNI, dan uang tunai Rp 1 juta. Selain itu, sebuah stetoscope, dan satu cincin emas seberat 4 gram. Kerugian korban sekitar Rp 7,9 juta.

Baca Juga  Gudang Kayu “UD Rini” Terbakar

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Puma mendapatkan informasi bahwa SR berada di BTN Rean Gerung di salah satu rumah warga. Tim langsung bergerak. Saat akan ditangkap, SR melarikan diri dari atas balkon rumah. Pelaku melompat ke atap rumah di sebelahnya sehingga terjadi pengejaran dan pengepungan. Pelaku melompat turun dan melarikan diri sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur. Barang bukti yang berhasil disita di antaranya HP Xiaomi Redmi Note 8 beserta kotaknya dan Sepeda Motor Suzuki Satria FU tanpa nomor polisi. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (SR)

DPRD DPRD