Banyak Masyarakat KSB Bekerja di Luar Negeri Secara Ilegal

oleh -28 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (12/1/2020)

Masih banyak masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi. Hal ini terungkap dari laporan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indinesia ( BP2MI) di Mataram.

DPRD

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB, H. Muslimin, Senin (11/1) mengakui masih banyak masyarakat KSB yang melakukan perjalanan atau bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi. Data yang dilaporkan BP2MI Mataram menyebutkan, data masyarakat KSB yang terdaftar akan pulang sesuai dengan kontrak kerjanya di Tahun 2020 hanya 68 orang. Tapi yang sudah pulang mencapai 214 orang. Artinya, banyak masyarakat KSB yang berangkat melalui jalur tidak resmi sehingga tidak terdaftar di BP2MI.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya sangat khawatir karena setiap pekerja yang berangkat melalui jalur tidak resmi sangat berisiko dan tidak bisa mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Sebab amanat UU, setiap pekerja migran mempunyai hak mendapatkan perlindungan hukum jika melalui jalur resmi. Banyak keuntungan melalui jalur resmi. Di antaranya, mudah dipetakan kompetensi calon pekerja migran sebelum ditempatkan di Negara tujuan. Tempat kerjanya teridentifikasi pemerintah sehingga ketika terjadi persoalan, bisa cepat ditangani.

Ia tidak menampik banyak kejadian menimpa masyarakat yang bekerja keluar negeri melalui jalur tidak resmi. Ada yang tersangkut masalah hokum hingga hukun gantung, dipulangkan karena sakit dan meninggal dunia. “Hal-hal seperti ini yang kita tidak inginkan, kalau sudah terjadi Pemerintah Indonesia sangat sulit untuk membantu, sehingga saya berharap untuk masyarakat KSB yang ingin bekerja keluar negeri agar taat terhadap aturan demi keselamatan di tanah rantauan. Untuk pengurusan surat surat ijin tidak ada yang dipersulit semua dipermudah sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (HEN/SR)

DPRD DPRD
Baca Juga  Dua Hari Lagi, ASN Sumbawa Terima THR dan TKD