Selingkuhi Istri Orang, Pria ini Diusir dari Desa dan Didenda Uang

oleh -2.498 views

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (11/1/2021)

Seorang pria berinisial S (29) nyaris dihakimin massa, Minggu (10/1/2021) kemarin. Beruntung warga Dusun Sepit Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah ini cepat diamankan polisi. Aksi massa yang emosi ini lantaran S diduga selingkuh dengan seorang perempuan yang sudah bersuami. Perempuan itu berinisial D (21) satu desa dengan terduga.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari suami D yang belum lama ini baru pulang dari Malaysia menemukan bukti rekaman percakapan mesra voice note Whatsapp antara D dengan S. “Hubungan terlarang mereka terbongkar setelah suami D menemukan rekaman percakapan Voice Note whatsapp antara D dengan S,” kata AKP Agus.

Hal itu memicu amarah suami D dan keluarganya. Rumah beserta mobil Dump Truck milik S sempat menjadi pelampiasan kemarahan. Tidak berhenti di situ, S juga sempat dicari dan akan diamuk massa, beruntung personel Polsek Pujut di-backup personel Polres Lombok Tengah dengan sigap langsung mengevakuasi S ke Mapolres Lombok Tengah. “S berhasil diamankan oleh anggota langsung dievakuasi ke Polres, namun rumah dan dump-truk milik S jadi sasaran amarah keluarga suaminya D,” terang Kasat Reskrim.

Lanjut Kasat Agus, kedua keluarga pihak meminta agar permasalahan perselingkuhan tersebut diselesaikan melalui hukum adat yang berlaku di Desa Pengembur. Tentunya dengan melibatkan masing-masing keluarga beserta para tokoh masyarakat setempat, mengingat dari kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga. “Permasalahan itu langsung diselesaikan secara hukum adat atau awik-awik desa,” ujarnya.

Baca Juga  Jual Burung yang Dilindungi, Pemilik Toko Diamankan Polisi

Alhasil, untuk kedua pelaku perselingkuhan dikenakan denda adat berupa uang sebesar Rp 5 juta beserta sanksi sosial, bahwa yang bersangkutan harus dikeluarkan dari Desa Pengembur seumur hidup. “Dari hasil musyawarah adat disepakati bahwa yang bersangkutan sudah dikenakan denda adat dan sanksi sosial sesuai aturan hukum adat yang berlaku di Desa Pengembur,” ungkap Kasat Reskrim. (SR)

iklan bapenda