Pindahkan Tiang Listrik di Area Jembatan Pelempit Butuh 600 Juta, Pemda Tak Punya Duit

oleh -140 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/1/2021)

Pembangunan Jembatan Pelempit Brang Biji Sumbawa bakal terganggu jika tidak segera diantisipasi. Pasalnya ada beberapa tiang dan gardu induk PLN yang belum dipindahkan. Sepanjang belum dipindahkan, maka pembangunan jembatan tersebut akan terhambat. Informasi yang beredar, PLN akan memindahkan utilitas itu jika Pemda Sumbawa menyediakan anggaran sebesar Rp 600 juta. Sementara Pemda sendiri tidak memiliki anggaran untuk itu karena APBD 2021 sudah diketok, di samping keterbatasan anggaran daerah akibat pandemic Covid-19. Padahal Jembatan Plempit ini tuntas dikerjakan Juli 2021 mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji ST MT yang ditemui samawarea.com di ruang kerjanya, Rabu (6/1), mengakui belum dipindahkannya sejumlah tiang listrik dan satu gardu induk milik PLN di area terdampak pembangunan jembatan. Namun untuk saat ini keberadaannya belum mengganggu proses pengerjaan yang sedang berlangsung.

Lalu Suharmaji ST MT

Untuk diketahui, ungkap mantan Kadis PUPR Sumbawa ini, pembangunan Jembatan Pelempit kontraknya di awal Desember 2020 dan akan berakhir Juli 2021. Sejauh ini progressnya masih kecil namun sedang dalam proses pemasangan alat pancang. Terkait keberadaan sejumlah tiang listrik dan gardu PLN di area terdampak, Suharmaji mengaku Pemda Sumbawa sudah menggelar rapat koordinasi dengan semua pihak termasuk PLN. Dari rapat ini muncul alokasi anggaran biaya pemindahan utilitas tersebut. “Ada 7 tiang listrik dan satu gardu yang harus dipindahkan,” sebutnya.

Baca Juga  Panen Raya Jagung Hasilkan Pakan Ternak

Selain menggelar rapat, sambung Suharmaji, Pemda juga sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi NTB maupun PLN Kantor Wilayah agar persoalan itu dapat difasilitasi mengingat usulan anggaran pemindahan utilitas itu kepada pemerintah daerah melalui APBD dilakukan di Bulan Desember 2020. Ketika itu, Pemda tidak lagi memiliki anggaran, atau usulan dilakukan saat sudah pembahasan APBD.

Suharmaji meyakini Dinas ESDM dan PLN Kanwil Mataram akan merespon hal tersebut. Ini berdasarkan pengalaman Pemda saat menyelesaikan persoalan utilitas di Jembatan Samota dan Proyek Pelebaran Jalan Garuda. “Semua biaya memindahkan tiang-tiang listrik saat itu ditanggung oleh PLN Wilayah, setelah dikoordinasikan Pemda,” ujarnya, seraya menyebutkan ada waktu sebulan untuk menyelesaikannya.

Dalam kesempatan itu, Suharmaji berharap dukungan seluruh masyarakat untuk membantu kelancaran proses pengerjaan jembatan sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan public. (JEN/SR)

iklan bapenda