Olat Serantok Gundul, Hujan Bawa Lumpur Timbun Jalan Simpang Labuhan Jontal

oleh -74 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6/1/2021)

Ruas jalan simpang Labuan Jontal Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, kembali tertimbun lumpur. Kondisi ini terjadi karena hujan yang mengguyur dalam beberapa hari ini membawa serta lumpur dari pegunungan (Olat Serantok). Akibatnya, arus lalulintas lumpuh, karena sulit diakses kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Untuk mobilitas orang dan barang, warga harus berjalan kaki menempuh jarak beberapa kilometer, mengingat jalan itu satu-satunya akses keluar masuk masyarakat Labuan Jontal.

DPRD

Kondisi tersebut tentu dikeluhkan warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Sebab ikan yang hendak dijual ke pasaran, membusuk. Agar tidak membusuk, warga ditantang untuk menjajal jalan tertimbun lumpur.

Muhammad Ikhsan–mantan Kepala Desa Teluk Santong kepada Wartawan mengakui kondisi itu. Menurutnya, jika kondisi itu berlangsung lama akan berdampak terhadap perekonomian masyarakatnya. Sebab hasil laut masyarakat tidak bisa dipasarkan. “Meski Labuan Jontal menjadi lumbung ikan, ini akan menjadi percuma jika tidak dipasarkan keluar,” ujarnya, seraya berharap pemerintah melalui dinas terkait turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

Sementara Camat Plampang, Abdul Haris, S.Sos yang ditemui Wartawan Samawarea Biro Sumbawa Timur mengakui bahwa Kondisi Jalan Labuan Jontal sangat memprihatinkan. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan DPRD Sumbawa dan PUPR untuk mengeruk lumpur yang menutupi badan jalan. Meski diakuinya pengerukan itu hanya mengatasi secara temporary (sementara) karena akan tetap tertimbun lumpur akibat Gunung atau Bukit Serantok berada di sepanjang jalan tersebut dalam keadaan gundul. Gunung itu gundul hanya terlihat batunya karena tanahnya tergerus air saat hujan turun. “Sudah ada persetujuan dari DPRD Sumbawa dan Dinas PUPR bahwa tahun 2021 ini akan ditangani dengan dibangunya penampung lumpurnya,” aku Camat Haris.

Baca Juga  Tidak Puas, Warga Tolo Oi Ngelurug ke Kantor Bupati

Tokoh Masyarakat setempat, H. Akmal mengakui bahwa kondisi ini sudah dirasakan masyarakat sejak dua tahun lalu. Ruas jalan keluar masuk Labuhan Kontal tertimbun lumpur terjadi setelah Olat Serantok dibabat  menjadi lahan jagung. “Saya berharap Olat Serantok perlu dihijaukan kembali dan pemerintah harus tegas melarang masyarakat menggarap bukit itu menjadi lahan jagung,” tandasnya. (SR)

DPRD DPRD