Kapolda NTB Inisiasi Pertemuan Tokoh NU dan NW

oleh -31 views

MATARAM, samawarea.com (6/1/2021)

Upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di “Bumi Seribu Masjid” Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi atensi Polda NTB. Salah satunya menginisiasi silaturrahmi dan doa bersama sebagai langkah mewujudkan kedamaian bersama tokoh NU – NW dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat serta semua elemen masyarakat se-Provinsi NTB.

Di hadapan para tokoh, Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, SIK., MH., Rabu (6/1), menyampaikan peran penting para ulama dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam penyelesaian setiap permasalahan yang ada. “Kami tidak bisa bekerja dengan maksimal apabila tidak dibantu oleh semua stakeholder dan semua elemen, sekaligus yang paling penting terutama adalah doa dan peran para ulama, para tuan guru,” ungkap Kapolda.

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan, hampir semua undangan kegiatan silaturrahmi dan doa bersama hari ini hadir. “Alhamdulillah wasyukurillah, pagi ini kalau boleh saya katakan hampir semua undangan hadir, ini sangat membahagiakan saya,” ucapnya.

Kapolda mengaku dinasehati oleh Tuan Guru Haji Lalu Muhammad Turmudzi Badruddin, ketika berniat baik maka Allah akan mengatur dan menyusun apa yang menjadi keinginan sesuai yang diniatkan tersebut. Mantan Kadiv Humas Polri itu mengatakan, silaturrahmi dan doa bersama yang digelar merupakan salah satu upaya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Meski ada dinamika di tengah-tengah masyarakat, jika semua sering bersilatuhrahmi maka semua ada jalan keluarnya. “Semoga dengan kita duduk bersama, bersilaturrahmi dan berdoa, semua permasalahan akan segera mendapatkan titik temu dan solusi. Aamiin,” harapnya.

Baca Juga  Jual Saham Newmont Menguntungkan Daerah

Sementara Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dalam kesempatannya menuturkan awal kepemimpinannya, perekonomian NTB pada kwartal III tahun 2018 paling rendah se-Indonesia, karena bencana gempa bumi sehingga kontraksi ekonomi berada di angka 13,39 persen. “Saya mengetahui nilai ekonomi sebesar itu, bikin merinding. Yang terbayang adalah kemiskinan, pengangguran tidak bisa dibendung,” ungkap sapaan Dr. Zul itu.

Namun berkat doa para ulama dan tuan guru, tahun yang berat itu dapat dilalui karena diyakini masih ada cahaya di lorong gelap tersebut.

Perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) NTB TGH. Ma’rif Makmun Diranse menyampaikan, terkait persoalan penggantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL)  pihaknya meminta agar menempatkan faktor kedamaian sebagai faktor utama. Sesuai tema acara hari ini adalah “Ummat Bersatu NTB Damai”. “Persoalan bandara jangan diributkan, jangan sampai membenturkan pemuka-pemuka atau pimpinan NU dan NW. Karena mereka (warga NW, red) adalah sahabat atau teman. Di antara kami ada hubungan emosional, ada hubungan silsilah keguruan, dan lain-lain. Karenanya, kami warga Nahdlatul Ulama meminta agar permasalahan nama bandara, jangan dikait-kaitkan dengan NU dan NW,” lanjut Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif Darek itu, seraya meminta agar masalah itu diserahkan kepada pemerintah dan pihak berwenang.

Sedangkan perwakilan organisasi Nahdlatul Wathan (NW) TGH. Yusuf Makmun mengatakan, dalam kehidupan pasti beriringan dengan masalah. Namun permasalahan tidak semestinya menjadikan tercerai berai, sehingga berakhir dengan konflik sosial berkepanjangan. Pihaknya berharap perbedaan yang ada khususnya terkait nama bandara disikapi dengan arif dan bijaksana. “Semoga perbedaan jangan menjadikan suatu masalah, karena sudah sewajarnya dalam hidup pasti ada masalah, mari jadikan perbedaan menjadi sebuah kebersamaan,” katanya.

Baca Juga  Gerakan Empati, Polres Dompu Bagi Nasi Kotak dan Masker

Terkait penggantian nama Bandara, pihaknya meminta agar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya serta merupakan tugas pemerintah bersama instansi terkait lainnya. “Soal nama bandara, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” tandasnya.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi dan doa bersama di Lapangan Tenis Mapolda NTB tersebut, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI A. Rizal Ramdhani, M.Han., Ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda, Mustasyar PBNU yang juga Pengasuh Yayasan Ponpes Qamarul Huda Bagu TGH. Lalu Turmudzi Badruddin, Ketua MUI NTB, Prof. H. Syaiful Muslim, Ketua PWNU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., para tokoh agama dan masyarakat (togama) serta tokoh pemuda Lombok Tengah, para tokoh organisasi NW, dan para Pejabat Utama (PJU) Polda NTB. (SR)

 

iklan bapenda