Pendaki Gunung Rinjani Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 100 Meter

oleh -323 views

MATARAM, samawarea.com (3/1/2021)

Pendaki Gunung Rinjani asal Jatim berhasil ditemukan, Minggu (3/1/2021). Namun pendaki bernama Mohammad Fuad Hasan (25) ini sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jasad pemuda yang berstatus mahasiswa ini, ditemukan Tim Gabungan TNI-Polri, Basarnas dan TNGR, tergeletak dalam sebuah jurang setelah dua hari dalam pencarian.

Sebelumnya korban dilaporkan terpeleset dan hilang kontak di jalur turun menuju Danau Segara Anak,  Jum’at, 1 Januari 2021, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kronologis kejadian pada Hari Kamis, 31 Desember 2020 sekitar pukul 10.30 Wita, korban bersama temannya M Hazazi, melakukan cek’in di loket pintu masuk pendakian Gunung Rinjani, Jebak Gawah, Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

Setelah cek’in sekitar pukul 11.00 Wita mereka melakukan pendakian, sekitar pukul 18.00 Wita dan tiba di Pos Cemara 5. Korban dan temannya melanjutkan perjalanan pada Hari Jumat, 1 Januari pukul 10.00 Wita. Setelah satu setengah jam mereka tiba di Pelawangan Senaru, kemudian langsung turun menuju Danau Segara Anak menggunakan jalur lama.

Setelah itu sekitar pukul 13.00 Wita, sekitar kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, M Hazazi melihat korban terpeleset dan terjatuh ke tebing.

Saat itu jarak M Hazazi dan korban sekitar 10 meter sehingga dia tidak dapat menyelamatkan temannya, terlebih lagi jarak pandang hanya 10 meter akibat kabut tipis yang menyelimuti mereka. Cuaca pada saat itu kabut ringan jarak pandang sekitar 10 meter.

Baca Juga  Gerayangi Gadis Tetangga Divonis 4 Tahun Penjara

Melihat korban terperosok ke jurang, M Hazazi kembali ke Pelawangan untuk mencari signal lalu menghubungi petugas TNGR Senaru. Tak lama enam orang petugas TNGR Senaru datang lalu melakukan pencarian korban.

Hari pertama pencarian tepatnya Sabtu (2/1/2021) hasilnya nihil. Pencarian berlanjut Hari Minggu, 3 Januari, petugas TNGR dibantu pihak Kepolsian Polres Lombok Utara. Upaya ini membuahkan hasil, korban ditemukan tergeletak sekitar pukul 05.00 Wita, dalam  keadaansudah tidak bernyawa.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Senaru untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas puskesmas, di sekitar tubuh korban terdapat luka sobekan di keningnya dan lebam di panggulnya, serta sebagian lagi terdapat luka lecet di bagian pinggangnya. Semua luka tersebut diduga kuat akibat terjatuh ke jurang. “Merunut dari cerita saksi dan berdasarkan luka yang terdapat di sekujur tubuh korban, murni akibat kecelakaan, terlebih lagi dia jatuh ke jurang dengan kedalaman 100 meter,” jelas Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH melalui Kapolsek Bayan IPDA Sugi Jaya, SH, Minggu (3/1/2021 )

Dari puskesmas, jasad korban dibawa perwakilan keluarga ke Rumah Sakit Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asalnya. “Keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban dan menganggap itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup Kapolsek. (SR)

iklan bapenda