Gelar Acara Musik, Croser Motor Trail Dibubarkan Polisi

oleh -195 views

LOMBOK BARAT, samawarea.com (3/1/2021)

Polsek Senggigi Polres Lombok Barat terpaksa membubarkan Aniversary RTX Bgawe Lombok, yang digelar di Villa Melase House, Dusun Melase, Desa Batulayar Barat, Lombok Barat, Sabtu (2/1/2021). Pasalnya acara itu digelar masih dalam masa pandemi Covid-19.

Kapolsek Senggigi, AKP Bowo Tri Handoko, SE., SIK mengatakan, pembubaran dilakukan berdasarkan informasi masyarakat tentang kerumunan dari para peserta Croser Motor Trail. “Kami dari jajaran Polsek Senggigi bersama Kepala Dusun Melase dan Tokoh masyarakat langsung mengecek informasi itu, dan ternyata benar adanya,” kata mantan Kasatlantas Polres Sumbawa ini.

Di Lokasi Acara, ditemukan kerumunan masyarakat dari para peserta Croser Motor Trail sekitar 100 orang yang akan menghadiri acara Anniversary RTX Bgawe Lombok, diiringi musik dengan pengeras suara berukuran besar. “Warga resah dengan diadakannya acara ini, dimana di masa pandemi ini masih saja ada kelompok masyarakat yang mengabaikan protocol kesehatan,” sesalnya.

Pihak kepolisian telah memanggil Ketua Panitia Acara bersama para peserta. Ternyata tidak ada ijin melaksanakan acara tersebut baik dari desa, camat, maupun pihak kepolisian. “Dari pengakuan Ketua Panitia dan peserta, rencananya hanya diadakan semalam saja di Villa itu. Namun sesuai dengan Maklumat Kapolri dan surat edaran pemerintah, maka acara kami bubarkan,” tegasnya.

Kapolsek menegaskan bahwa kegiatan tersebut sudah melanggar protokol kesehatan, karena menimbulkan kerumunan atau keramaian di era pandemi Covid 19. “Dengan mengadakan kerumunan, jelas-jelas sudah melanggar protocol kesehatan, apalagi disertai dengan music keras, dapat meresahkan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Baca Juga  Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Dirgahayu TNI ke-75

Setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian, para peserta meninggalkan lokasi acara yang dipantau terus oleh anggota, Kepala Dusun dan Tokoh Masyarakat Melase.

Sementara dilokasi lainnya, para undangan atau anggota croser luar daerah yang akan datang ke lokasi acara, langsung diberhentikan dan diarahkan putar balik oleh anggota yang sedang melaksanakan operasi penyekatan di depan Sasaku dan kantor camat.

M. Eksan Kepala Dusun Melase, Desa Batu Layar Barat mengatakan, berawal dari keresahan Warga, atas suara music mengganggu Warga yang akan melakukan ibadah Shalat ashar. “Warga merasa geram atas suara music yang sangat mengganggu ketika akan melakukan ibadah, dan untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan, segera melakukan pengecekan di lokasi bersama beberapa tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Ehsan mengaku sudah menegur pihak penyelenggara dan peserta untuk menghentikan acara ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, namun tidak dindahkan. Karena itu pihaknya melapor polisi. “Terimakasih kepada aparat kepolisian yang bertindak cepat, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda