Warga Banjar Keluhkan Aktivitas Galian C yang Merusak Lahan Pertanian

oleh -113 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (22/12/2020)

Warga Desa Banjar Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengeluhkan adanya aktifitas yang diduga usaha Galian C yang merusak lahan pertanian miliknya. Salah satunya adalah H. Zakaria.  Kepada wartawan samawarea.com, belum lama ini, H. Zakaria mengaku tidak terima dengan adanya aktivitas tersebut karena dampaknya sangat merugikannya. “Lahan saya tepat berada di bawah pengerukan tersebut. Lahan saya sekitar satu hektar terkena longsor lumpur yang dibawa air hujan dari aktivitas pengerukan ini. Akibatnya produktifitas tanah saya berkurang, melihat kondisi ini saya tidak berani untuk menanam jagung karena takut gagal. Saya khawatir setelah menanam, jagung saya tertimbun lumpur,” keluh Haji Zakaria.

Karena kekhawatiran ini, Ia sepertinya tidak menanam jagung pada tahun ini sampai ada solusi dari persoalan ini. Haji Zakaria mengaku sudah beberapa kali mengadukan persoalan ini kepada kepala desanya. Namun sampai sekarang belum ada solusi atau upaya yang dilakukan kades untuk menghentikan aktivitas tersebut. Justru kades ingin membuat saluran irigasi. Menurutnya itu bukan solusi yang tepat karena yang turun dari atas itu lumpur yang dikeruk. Ketika irigasi dibuat, itu percuma karena akan ditutup lumpur. “Saya berharap aktivitas itu dihentikan karena lama kelamaan kerusakan lingkungan akan semakin meluas,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Banjar, Syaiful S.Sos mengaku melakukan aktivitas itu hanya untuk pembersihan lahan yang direncanakan untuk menanam buah-buahan. “Saya jadikan agrowisata dan permainan lainnya yang bisa menjadi daya tarik,” aku Kades.

Baca Juga  Brang Nore Meluap, Warga Diingatkan Tidak Menyeberang

Selain pembersihan lahan itu sambung Kades, juga akan dibuat jalan alternatif lain. Karena menurut Kades, H. Zakaria cukup sulit diatur. Haji Zakaria tidak mengizinkan warga melintasi jalan yang berada di tanahnya. “Jadi saya mencari solusi lain dengan membuat jalan alternative,” ungkapnya.

Ia membantah aktivitasnya itu untuk usaha galian C. Aktivitas yang dilakukan hanya untuk pembersihan lahan pribadinya. “Kalau saya mau tambang galian C, mungkin saya sudah urus ijinnya,” tandasnya.

Di bagian lain, Japarudidin salah satu petani di dekat lokasi pengerukan menyebutkan, aktivitas tersebut sudah berjalan selama 4 bulan. Setiap harinya Ia selalu melihat lalu lalang dump truk melintas dari arah lahan pengerukan. “Kadang ramai sekali, kadang satu-dua dump truk yang melintas. Yang jelas setiap harinya ada dump truk yang melintas dari arah pengerukan, dan setiap hari kita selalu dengar adanya aktivitas alat berat,” bebernya. (HEN/SR)

iklan bapenda