Demi Biaya Berobat Adiknya, Karyawan Kuras Isi Toko Bossnya

oleh -156 views

MATARAM, samawarea.com (21/12/2020)

KA alias Yong (28) terpaksa menjadi karyawan toko yang tidak amanah. Meski diberikan kepercayaan penuh oleh bossnya—pemilik Toko HRD Musik di Kota Mataram, warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan ini menguras isi toko yang dijaganya. Akibatnya Yong kini harus meringkuk di balik jeruji besi Polsek Ampenan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ‘’Pelaku adalah karyawan toko sekaligus orang yang diberi kepercayaan menjaga toko itu,’’ ungkap Kanit Reskrim Polsek Ampenan, IPDA Rusdi Hamid didampingi Kasubag Humas Polresta Mataram IPTU Erny Anggraeni, Senin (21/12/2020).

Selama ini Bossnya begitu percaya dengan pelaku. Karena kepercayaan itulah, pemilik hanya sekali seminggu datang ke toko untuk mengontrol usahanya. Tapi ketika datang ke toko, Pemilik terkejut karena banyaknya peralatan musik yang hilang. Seperti sejumlah efek gitar berbagai merek. Ampli berbagai merek, dua unit mixer, 1 unit mixer audio line, 1 buah guitar akustik merek Gibson, enam buah gitar standar dan sejumlah peralatan lainnya. ‘’Karena itu korban melapor ke kepolisian dengan kerugian sekitar Rp 30 juta,’’ tuturnya.

Polisi yang menerima laporan melakukan penyelidikan. Ternyata tidak mudah mencari pelaku. Hasil pemeriksaan saksi terungkap, bahwa hanya pelaku yang memegang kunci toko. Tanpa menunggu lama, Yong ditangkap di rumahnya, Kamis (17/12) lalu. Aksi pelaku cukup rapi. Karena dari olah TKP yang dilaksanakan petugas, tidak ditemukan kerusakan apapun di lokasi. ‘’Pintu dan sebagainya tidak ada yang rusak. Karena memang dia bawa kunci toko. Jadi mudah sekali dia kuras isinya,’’ kata Rusdi.

Baca Juga  Terima SPDP Tersangka, Kejaksaan Tunggu Berkas “KSB Membara”

Pelaku tidak bisa mengelak dengan fakta yang dikantongi petugas. Pengakuan pun langsung terucap. Sebagian isi toko sudah dijual dan digadai. Kemudian diakuinya juga barang curian ada yang dititip di rumah temannya. Sedangkan sejumlah peralatan musik lainnya berhasil diamankan petugas. Peralatan yang belum sempat dijual ini dijadikan barang bukti. ‘’Semua sudah dia akui. Dia yang menjual dan menggadaikan barang-barang itu,’’ ungkapnya.

Alasan pelaku mencuri cukup miris. Pelaku mengaku butuh biaya untuk menebus biaya berobat adik kandungnya. ‘’Alasannya untuk keperluan pribadi. Untuk biaya berobat adiknya. Pelaku baru delapan bulan bekerja di sana. Sebelumnya sudah ada pencurian di sana makanya pelaku disuruh jaga di sana,’’ bebernya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara. (SR)

iklan bapenda