Gubernur NTB Ingin Belajar dari FKUB Bali

oleh -33 views

BALI, samawarea.com (19/12/2020)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati didampingi sejumlah pejabat terkait mengadakan rangkaian kunjungan kerja silaturrahmi dengan FKUB dan Pemerintah Provinsi Bali, Sabtu (19/12/2020). Tiba di Bandara Udara International Ngurah Rai Bali, sekitar pukul 12.30 Wita, Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul bersama rombongan langsung menuju Puri Agung Denbecingah Klungkung Bali disambut Ketua Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali, yang juga ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet  bersama Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali.

DPRD

Puri Denbencingah menurut Pendiri Yayasan Waturenggong (Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, red) merupakan bagian dari pewaris Kerajaan puri Agung Dalem Gelgel Klungkung Bali yang secara historis menjadi tonggak perwujudan kerukunan ummat beragama di Bali.

Di tempat itu, Gubernur Dr. Zul mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Majelis Utama Desa Adat Pekraman dan seluruh Pemimpin Agama-Agama Besar yang ada di Bali, karena telah menyambutnya dengan penuh kehangatan dan semangat persaudaraan yang luar biasa.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus tertarik belajar dan mereplikasi kondisi kerukunan, persaudaraan dan semangat kekeluargaan antar masyarakat dan ummat beragama yang terjalin harmonis dan sejuk. Ia menegaskan tahun 2021 mendatang, NTB akan menjadi tuan rumah banyak event bertaraf internasional. “Kalau tidak ada aral melintang, tahun depan di NTB akan ada banyak event internasional. Pada Bulan Oktober, ada event MotoGP, yang penontonnya saja di perkirakan akan ada 160-200 ribu orang,” ungkapnya seraya menambahkan kalau ini tidak disiapkan dan dikelola dengan baik, mulai dari SDM, infrastruktur hingga pelibatan seluruh unsur, kata Gubernur Dr. Zul maka bisa menimbulkan “conflick intention.

Baca Juga  Mundur dari Demokrat, Mi6: TGB Gentlement Secara Politik

Karena itu, pihaknya ingin belajar banyak dari FKUB Bali, bagaimana mengharmoniskan dan mendinamiskan, dalam pelibatan semua unsur yang ada sehingga kerukunan tetap terjaga dengan baik. “Terlebih FKUB Bali memiliki banyak pengalaman terkait hal ini,” pungkasnya.

Menanggapi harapan Gubernur NTB, Ida Penglingsir yang juga Ketua Asosiasi FKUB Indonesia itu mengaku sering mengikuti kegiatan dan menyimak pidato Gubernur NTB baik secara langsung maupun melalui media. Pendiri Yayasan Waturenggong ini memuji Dr. Zul sebagai sosok pakar dan Gubernur yang sederhana atau low profile, namun memiliki ilmu dan pandangan filsafat yang sangat luas dan dalam.

Ia juga mengaku bangga kemajuan NTB di bawah pemerintahan Dr. Zul dan Umi Rohmi mengalami kamajuan yang sangat cepat. Bahkan dengan kemajuan NTB saat ini tentu tidak sedikit pihak atau daerah yang merasa disalip oleh NTB, tegasnya. Terkait dengan resep kerukunan beragama di Bali, Ketua FKUB Bali menjelaskan bahwa dari sisi keanggotaan FKUB di Bali sedikit berbeda dengan FKUB di Provinsi lainnya. Jika  FKUB di Provinsi lainnya beranggotakan dari semua majelis agama yang ada, maka di Bali, keanggotaan FKUB terdiri dari semua Majelis Agama yang ada, ditambah Majelis Adat Desa Pekraman.

Di Bali terdapat lebih dari 1963 lembaga desa adat pekraman, yang menaungi dan membina unsur-unsur desa adat, antara lain, pecalang, pemuda, pelestarian dan pengembangan budaya dan kearifan lokal dan unsur lainnya. Unsur unsur tersebut selalu dilibatkan untuk ikut menyukseskan event-event international yang berlangsung di Bali. Jadi, FKUB memiliki perang penting dalam mewujudkan kesuksesan pembangunan dan keharmonisan masyarakat, tanpa melihat religi atau latarbelakang agamanya.

Baca Juga  Finalkan Perbup Kepemilikan Akta Kelahiran, KOMPAK Gelar Mini Workshop

Konsep kearifan lokal yang dijadikan landasan, kata Ida Penglingsir adalah “Konsep Menyamabraya”, yakni memandang semua umat agama atau masyarakat sebagai saudara atau keluarga yang harus dihargai, dilindungi dan dilibatkan dalam pembangunan dan sosial kemasyarakatan tanpa melihat latar belakang agamanya. Ia menegaskan prinsip hidup bersama sebagai anugerah. Sehingga merawat  kerukunan adalah keniscayaan. Karena itu, semua hal dan ungkapan yang baik tentang kerukunan, harus terus menerus  digaungkan, dibicarakan dan dibudayakan secara masif ditengah kehidupan masyarakat, tutupnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan MUI, PHDI, Majelis Umat kristen, Budha, konghucu dan Majelis adat Desa pekraman Provinsi Bali. Turut mendampingi kunjungan silaturahmi Gubernur, Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, Kadis Perhubungan, Drs. H.L Windia, Kadispar, H.L Faozal, Kapala BPBD, GB.Sugiarta, Karo Kerjasama, H. Zaenal Abidin dan Kabag Protokol, Hedra bersama Tim.

Usai silaturahmi dengan FKUB Bali, pada malam harinya Gubernur Dr.Zul dijadualkan mengadakan pertemuan  dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah Dinas Gedung Jaya Saba Denpasar-Bali. (SR)

DPRD DPRD