Pelaku Pelecehan Seksual Seorang Wartawati Resmi Ditahan

oleh -263 views

LOMBOK UTARA, samawarea.com (17/12/2020)

SR–tersangka kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang wartawati, resmi ditahan. Pasalnya berkas pemeriksaan lengkap dan memenuhi unsure. Hal ini dibeanrkan Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP. Anton Rama Putra, SIK usai audensi dengan sejumlah lembaga, Kamis (17/12/2020).

Kasus ini kembali mencuat setelah korban didampingi sejumlah lembaga yaitu LBH Apik NTB, PWI KLU, IJTI, AJI dan Aktivis LSM. Tersangka sempat tidak ditahan minggu lalu dengan dalih belum cukup barang bukti. Kini pria asal Desa Tembobor Kecamatan Tanjung ditahan, setelah pihak kepolisian berhasil mengumpulkan dua alat bukti yang memberatkannya. “Senin kemarin sudah diperiksa di Polres. Kami langsung jadikan tersangka,” ujar AKP Anton Putra, Kamis (17/12).

Anton mengaku awalnya kesulitan mendapatkan alat bukti. Namun berkat kesaksian dari tim ahli, akhirnya kepolisian bisa menjerat tersangka dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. “Kami janji akan mengawal kasus pelecehan seksual ini. Setelah berkas lengkap akan kami limpahkan ke kejaksaan untuk diproses di Pengadilan,” janjinya.

Koordinator Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Nuryanti Dewi mengaku kasus kekerasan seksual terhadap perempuan seperti ini sangat susah dalam pembuktian. Sementara setiap tahun kasus kekerasan pada perempuan itu meningkat, tetapi hanya 20 persen yang berani melapor. Karena itu, Nuryanti berharap pihak kepolisian serius mengawal kasus pelecehan seksual kepada perempuan, khususnya kasus yang menimpa gadis asal Tanjung tersebut. “Semoga tersangka bisa mendapat hukuman seberat mungkin, supaya bisa menjadi pelajaran bagi yang lain,” harapnya.

Baca Juga  Kapal Senilai 2,4 M Diperiksa Tim Ahli ITS

Sementara Kabid Perlindungan Hak Perempuan Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Hj. Erni Suryani S.Sos,. MM yang ikut dalam hearing berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Sedangkan untuk kasus yang tengah berjalan, harus menjadi pelajaran penting agar harkat dan martabat perempuan bisa terpenuhi dan menjadi edukasi bagi semuanya. “Kami minta agar kasus ini menjadi prioritas dan segera diadili,” tegasnya. (SR)

iklan bapenda