Bawaslu Sumbawa Rekomendasi Penghitungan Ulang

oleh -3.587 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16/12/2020)

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Perhitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Tahun 2020 yang dilaksanakan KPU Sumbawa di Aula Hotel Sernu Raya, Rabu (16/12/2020), akan berjalan cukup alot. Pasalnya Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsihidayat, S.IP didampingi Koordiv Organisasi dan SDM, Lukman Hakim, SP..,M.S.i dan Koordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Hamdan, S.Sos.I serta beberapa staf, merekomendasikan penghitungan suara ulang. Rekomendasi ini disampaikan karena ada beberapa PPK yang belum menindaklanjuti kejadian khusus dan rekomendasi yang disampaikan oleh Panwaslu Kecamatan.

DPRD

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Syamsihidayat, S.IP dalam rapat pleno tingkat kabupaten, menyampaikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk membaca kejadian khusus yang terjadi di setiap kecamatan, agar seluruh peserta dan saksi mengetahui hal tersebut. “Ini adalah bentuk transparansi dan bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu dan jajaran kami, sehingga wajar kami pertanyakan seluruh kejadian-kejadian khusus dan mempertanyakan rekomendasi kami apakah sudah dilaksanakan atau tidak,” tegas Syamsi.

Koordiv Pengawasan, Hamdan, S.Sos.I menambahkan bahwa dibacakannya kejadian dan rekomendasi Panwas Kecamatan untuk membuktikan tentang perbaikan yang dilakukan di tingkat kecamatan. Seperti kejadian di Labangka, ada perbedaan tentang jumlah Surat Suara Sah. “Bawaslu merekomendasi ke PPK Labangka untuk membuktikan data yang berubah karena terlalu jauh perbedaannya, dari 10 suara tidak sah berubah menjadi 1 suara tidak sah, pembuktian harus dilakukan dengan membuka kotak suara dan dilakukan perhitungan ulang karena ini berbicara data,” tandas Hamdan.

Baca Juga  Koramil Alas Berjibaku Siapkan Rehab Total Masjid Jami Kalimango

Mengingat waktu, Hamdan meminta agar KPU Sumbawa menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi Bawaslu, sehingga Kecamatan Labangka untuk sementara dipending guna mempersiapkan data data dan dilanjutkan ke kecamatan lain. “Beberapa Kecamatan yang memiliki data yang berbeda dengan Bawaslu, langsung dipertanyakan dan meminta KPU Sumbawa untuk langsung melakukan perbaikan atau pencocokan data dengan formulir Model D-Hasil Kecamatan KWK, dan ternyata kesalahan ini terjadi karena kesalahan input atau human eror,” timpal komisioner KPU dalam rapat pleno tersebut.

Terakhir, Syamsi menyampaikan bahwa seluruh data-data hasil pengawasan akan terus dipertanyakan karena ini adalah bentuk tanggungjawab dan tupoksi Bawaslu.

Untuk diketahui, sementara Rapat Pleno Terbuka diskor sampai pukul 20.00 WITA mengingat waktu sholat magrib dan Isya. (SR)

DPRD DPRD