Terbawa Arus dari Jawa Timur, Kapal Tongkang Terdampar di Sumbawa

oleh -450 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/12/2020)

Sebuah kapal tongkang terlihat karam di Perairan Kawasan Liang Anar, Ai Lemak, Tanjung Munangis, Kecamatan Brang Biji Kabupaten Sumbawa. Keberadaan kapal tanpa awak ini mulai terlihat sejak Jumat (11/12) pukul 12.09 Wita. Sontak saja kapal itu menjadi tontonan menarik warga yang sengaja datang ke lokasi tersebut. Kapal tongkang ini pertamakali ditemukan Ahmad Samsuddin, warga Kalibaru Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Badas.

DPRD

Kepada wartawan, Sabtu (12/12), Ahmad mengaku melihat kapal itu datang dari arah perairan Pulau Medang, 6 Desember lalu sekitar pukul 15.00 Wita. Beberapa hari terbawa arus, kapal ini akhirnya terdampar di perairan Sumbawa, Jumat, 11 Desember 2020. Olehnya, kapal terdampar ini diunggah ke media sosial. Postingan ini dilihat oleh perusahaan pemilik kapal yang kemudian langsung menghubungi sekaligus menitip kapal itu untuk dijaga Ahmad.

Menurut pemilik kapal kepadanya, awalnya kapal tongkang ini melakukan bongkar muat di Jawa Timur. Setelahnya, kapal itu melanjutkan perjalanan ke wilayah Kalimantan Selatan. Namun di tengah perjalanan, tali yang menarik kapal tersebut putus, menyebabkan kapal tongkang itu hanyut terbawa arus. Setelah mengetahui kapal itu ada di Sumbawa, pemilik berencana akan segera menarik kapal itu ke Pelabuhan Badas. Saat ini pemilik sedang mengurus dokumen terkait kapal tersebut. “Saya sudah mengamankan kapal ini dengan cara mengikatnya ke batu karang,” aku Ahmad.

Baca Juga  Tutup Tahun, Tim Ngebuts Raih Dua Penghargaan Kompetisi Video Pendek

Sementara Pelaksana Harian Kepala Bandar KSP Badas, Anwar Musaddad mengaku mendapat informasi soal kapal terdampar, Jumat (11/12) kemarin. Setelah ditelusuri, kapal ini milik PT Pelayaran Nusantara Sejati. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kapal.

Dari informasi yang diperoleh, kapal itu sebelumnya melakukan pembongkaran muatan di Perairan Tanjung Awang di kawasan PLTU Tuban. Kemudian, kapal itu akan kembali ke perairan Sungai Puting di Kalimantan Selatan. Namun, saat berlayar terjadi cuaca buruk di sekitar Perairan Bawean, Jawa Timur. Akhirnya, tali Tugh Boat MHKL 201 yang menarik kapal tongkang dengan nomor seri MHKL 31 ini putus. Kapal tongkang inipun hanyut. Sementara Tugh Boat beserta 10 anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat. “Saat ini kapal sudah diamankan bersama instansi terkait dan masyarakat. Dimana masyarakat mengikat kapal agar tidak larat (kandas, red) lebih jauh dari lokasi sekarang,” katanya.

Anwar mengakui kapal tongkang ini dalam kondisi kosong. Semua peralatan juga masih lengkap. Iapun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang melakukan pengamana, sehingga kapal dimaksud tidak mengganggu arus pelayaran dan titik destinasi wisata di wilayah utara Sumbawa. (SR)

DPRD DPRD