Pasca Pencoblosan, Haji Jarot Didatangi Kapolres, Dandim dan Kajari

oleh -2.320 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/12/2020)

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa telah berlangsung, Rabu, 9 Desember 2020. Prosesnya berjalan aman dan lancar. Namun berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan tim Paslon maupun beberapa lembaga survey, hasilnya cukup ketat. Pasangan Mo-Novi bernomor urut 4 dan pasangan Jarot—Mokhlis bernomor urut 5, memiliki selisih yang sangat tipis. Kedua tim dari paslon ini mengklaim lebih unggul. Bahkan di antara para pendukung merayakan hasil quick count tersebut secara eufhoria. Kondisi ini dikhawatirkan berpotensi terjadinya konflik atau gesekan yang memicu inkondusifitas daerah.

DPRD

Mengantisipasi hal ini, Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK bersama Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M.Tr (Han), Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan SH MH dan Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan M.Pd, melakukan safari paslon. Mereka mendatangi satu per satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Rabu (9/12/2020) malam. Salah satunya menemui Calon Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK kepada wartawan, mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas daerah, pencegahan konflik dan Covid pada pelaksanaan Pilkada 2020. Ia memahami bahwa masing-masing Paslon memiliki penghitungan perolehan suara melalui hitung cepat (quick count), namun diharapkan menjadi konsumsi internal. Namun yang menentukan kemenangan pada Pilkada ini adalah hasil putusan dan penghitungan resmi KPU Sumbawa. “Bagi yang merasa menang, agar tidak diluapkan dengan melakukan arak-arakan dan konvoi. Sebaliknya bagi pihak yang merasa ada yang kurang dan menyimpang, dapat menempuh upaya hukum,” timpal Kajari Iwan Setiawan, seraya mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid.

Baca Juga  Beda Pilihan Jangan Diingat, Semua Birokrasi Sahabat Husni Mo

Sementara Dandim Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M.Tr (Han), meminta seluruh paslon untuk bisa menahan diri dan menunggu hasil dari keputusan resmi KPU. Paslon juga diminta untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah, dengan tidak melaksanakan kegiatan yang berpotensi terjadinya kerawanan keamanan. (SR)

DPRD DPRD