Reaktif, Pengawas TPS Mengundurkan Diri, Bawaslu Ingatkan Penerapan Prokes

oleh -154 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/12/2020)

Rabu, 9 Desember besok, tahapan Pilkada Sumbawa memasuki tahapan pungut hitung. Ratusan ribu pemilih akan memberikan hak suaranya di seribuan TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Mengingat masih masa pandemic Covid, tentunya masyarakat dapat memperhatikan protocol kesehatan agar Pilkada tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid.

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Sumbawa, Lukman Hakim, SP, M.Si di ruang kerjanya, Selasa (8/12) menyampaikan bahwa proses demokrasi memasuki masa-masa akhir. Bawaslu tetap dalam tupoksinya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada. Termasuk mengawasi dan menjaga protokol kesehatan itu tetap dilaksanakan baik oleh penyelenggara maupun pemilih. “Seluruh penyelenggara, baik itu Pengawas TPS maupun Petugas KPPS yang bertugas pada hari pemungutan suara wajib hukumnya melakukan rapit test. Begitu juga dengan saksi yang diajukan oleh pasangan calon, walaupun tidak diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan, seharusnya juga melakukan rapid test, karena kesehatan dan keselamatan penyelenggara dan pemilih adalah tujuan utama Pilkada ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, dari 1.010 Pengawas TPS, ungkap Lukman, terdapat satu orang yang reaktif dan telah mengundurkan diri. Ia pun mengingatkan petugas KPPS, saksi dan pemilih untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan minimal mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal ini adalah bentuk pencegahan yang dilakukan Bawaslu.

Demikian dengan seluruh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa untuk tidak melakukan kampanye dalam bentuk apapun serta tidak mengumpulkan massa dan melakukan pawai/konvoi. “Sumbawa sudah “zona merah” untuk Covid-19. Semoga di akhir Pilkada ini tidak ada muncul cluster-cluster baru, karena bagaimanapun kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah tanggungjawab kita bersama,” tutupnya. (SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Pengadaan Alat Kedokteran RSUD Sumbawa Gagal