Dihantam Gelombang Tinggi ke Pulau Moyo, Pengantar Logistik Selamat

oleh -132 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8/12/2020)

Sehari jelang pencoblosan, tim pengamanan pilkada untuk wilayah pulau pulau serta logistik gagal didisitribusi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Akibatnya sebanyak tiga kali proses pendistribusian logistik beserta Tim Pam Polres Sumbawa gagal menyeberang ke Pulau Moyo dan Pulau Medang.

Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK, mengatakan, sebanyak tiga kali tim pengamanan membawa logistik gagal nyebrang akibat cuaca buruk. “Malam tadi jam 2.00 wita nyebrang, tapi gagal, kemudian pukul 3.00 wita, dan terakhir jam 5.00 Wita, subuh dan kembali lagi ke Dermaga Badas,” katanya.

Cuaca buruk melanda kawasan Teluk Sumbawa di kawasan Tanjung Menangis, akibatnya pengiriman logistik dan tim pengamanan gagal berangkat. “Saya bersama Pak Dandim  sudah komunikasi dengan pihak pelabuhan dan Bea Cukai untuk pinjam kapal,” ungkapnya.

Satu unit kapal milik Bea cukai dan Kapal Patroli Polair Polres Sumbawa, lanjut kapolres, digunakan untuk mengangkut logistik dan Tim Pam Pilkada. Mengingat kapal penumpang milik nelayan Medang tidak sanggup melakukan penyeberangan. “Kita operasikan dua kapal untuk mengangkut logistik dan tim Pam Pilkada untuk di pulau, dan saya pastikan logistik dan tim akan sampai tepat waktu dan proses pilkada di pulau akan berjalan sesuai jadwal,” tegasnya

Selain Kapolres yang memantau pendistribusian logistik dan tim pengamanan pilkada ke Pulau Moyo dan Medang, juga oleh Pamatwil Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol. Hari Brata SIK, dan Wadir Polair AKBP Sigit Hari Wibowo, SIK. Sebanyak 17 TPS tersebar di empat desa yakni 3 TPS di Desa Bugis Medang, dan 3 TPS di Desa Bajo Medang, Pulau Medang. Kemudian 3 TPS berada di Desa Sebotok, 3 TPS di Desa Labuaji Pulau Moyo, dengan jumlah pemilih dua pulau ini berjumlah 4.662 pemilih. (SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Kejaksaan Puji Sistem Pengelolaan Dana Desa di KSB