Gadis ABG Digilir Empat Pemuda, Polisi Tangkap Kekasih Korban

oleh -1.892 views

KOTA BIMA, samawarea.com (7/12/2020)

Nasib yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya) benar-benar memilukan. Gadis remaja berumur 14 tahun asal Kecamatan Kecamatan Langgudu ini dilaporkan menjadi korban pemerkosaan empat orang pemuda. Korban digilir di semak-semak. Dari empat pelakunya, satu orang yang ditangkap. Yakni JD (18) seorang pemuda yang merupakan kekasih korban. Tiga lainnya berinisial AH, AM dan YS masih dalam pengejaran polisi.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, IPTU Hilmi M Prayugo menyampaikan, peristiwa itu terjadi tanggal 5 November 2020 sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu korban diajak pacarnya berinisial JD (18) untuk pergi ke rumah temannya. “Saat hendak pulang, motor JD tidak memiliki lampu, lalu pacarnya itu meminta bantuan temannya untuk membonceng korban,” ceritanya.

Di tengah jalan, JD meminta temannya untuk berhenti di semak-semak. JD juga meminta temannya pulang meninggalkan mereka berdua. JD pun melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban. Tidak berselang lama, teman-temannya tadi kembali bersama 2 orang lainnya dan menarik JD saat bersetubuh dengan pacarnya. Selanjutnya langsung mengambil bagian untuk menyetubuhi korban. Namun korban berontak dan menolaknya. “Karena ditolak, JD ikut memegang tangan korban agar tidak berontak. Setelah itu, kedua temannya yang lain juga ikut menyetubuhi korban secara bergilir,” ungkapnya.

Karena tidak terima diperlakukan seperti itu, korban bersama orang tuanya mendatangi Polres Bima Kota pada tanggal 21 November 2020 untuk melaporkan kasus tersebut. “Kasus ini sedang ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota, penyidik juga sudah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan alat bukti lain guna mendukung pasal yang diterapkan,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolres dan Dandim Sumbawa Serahkan Bantuan Sembako untuk Nelayan ODP

Pelaku bakal dijerat pasal persetubuhan atau pencabulan terhadap anak, yakni Pasal 81 ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang–Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (SR)

 

iklan bapenda