Hasil Survey di Posisi Teratas, MY Institute Ungkap Keunggulan Mo-Novi 

oleh -260 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4/12/2020)

Beberapa kali survey yang dilakukan MY Institute bekerjasama dengan Olat Maras Institute (OMI), selalu menempatkan Pasangan Calon Bupati Sumbawa dan Wakil Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd (Mo—Novi) di posisi teratas, unggul dari paslon lainnya. Bahkan pada survey terakhir yang dilakukan MY Institute, Paslon bernomor urut 4 dengan visi “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban ini masih unggul. Dan diprediksi pada 9 Desember 2020, Mo-Novi 32,1%, raihan tertinggi dari empat paslon kontestan Pilkada Sumbawa. Ada beberapa alasan pemilih mengarahkan dukungan kepada Mo-Novi, sebagaimana yang diungkapkan MY Institute—lembaga survey lokal yang hasil surveinya selama ini nyaris sama dengan real count.

DPRD

Ketua Pelaksana Survey MY Institute, Miftahul Arzak dalam jumpa persnya, Jumat (4/12/2020), menyebutkan beberapa faktor keunggulan Mo—Novi. Untuk faktor internal, Calon Bupati Haji Mo adalah Wakil Bupati Sumbawa yang selama beberapa tahun ini bersama Bupati HM Husni Djibril telah mengukir beberapa keberhasilan dalam pembangunan di daerah ini. Sedangkan faktor eksternal hampir tidak dimiliki oleh Paslon lain. Ada tokoh penting di belakang Mo—Novi yakni Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Anggota DPR RI Johan Rosihan. Sosok penting ini merupakan nilai plus dan daya tarik dari Mo—Novi. Masyarakat memiliki penilaian ketika Mo–Novi kalah di Pilkada Sumbawa minimal masyarakat memiliki sandaran yakni Gubernur NTB dan Anggota DPR RI tersebut.

Baca Juga  Tepis Anggapan Tak Serius, Dr Zul: Jangan Panik Dong

Dalam survey MY Institute, Miftah juga melihat trend positif terhadap pasangan lainnya. Di antaranya Nursalam. Ini karena strategi kampanyenya dengan intensitas yang sangat tinggi. Hal tersebut juga didukung latar belakang Nursalam yang merupakan politisi dan pernah menjabat anggota DPRD beberapa periode baik di Kabupaten maupun Propinsi sehingga memiliki basis massa yang riel. Dengan majunya Nursalam di kontestasi Pilkada ini, basis tersebut tinggal dimatangkan saja. Demikian dengan pasangan Talif Sudir, melalui jalur independen telah terbangun kedekatan emosional dengan masyarakat sejak 2 tahun lalu. “Pemilih dalam menentukan pilihannya ada dua yakni psikologis seperti bela baris, keluarga, dan kedekatan emosional. Kemudian rasional, menakar untung rugi jika memilih, ya seperti Mo-Novi kalau kalah masih ada Gubernur dan Pak Johan Rosihan,” demikian Miftah. (SR)

DPRD DPRD