Survey MY Institute: 9 Desember Mo-Novi 32,1%, Husni Ikhsan dan Nursalam “Kembar Siam”

oleh -374 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (4/12/2020)

Pilkada Sumbawa tinggal 5 hari lagi. Namun demikian pasangan mana yang meraih suara tertinggi sudah bisa diprediksi melalui survei oleh lembaga survei. MY Institute selaku Lembaga Survei yang telah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa menyampaikan rilis hasil survei terakhirnya, Jumat, 4 Desember 2020. Hasil survey MY Institute bekerjasama dengan Olat Maras Institut (OMI) menyebutkan pasangan Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd (Mo-Novi) menempati posisi teratas, diikuti Ir. Talifuddin M.Si—Sudirman SIP (Talif—Sudir) di posisi kedua. Untuk posisi ketiga hingga kelima adalah HM Husni Djibril B.Sc—Dr. HM. Ikhsan (Husni—Ikhsan), Nurdin Ranggabarani SH MH—H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH (Nursalam), dan Ir. H. Syarafuddin Jarot MP—Ir. H. Mokhlis M.Si (Jarot—Mokhlis).

Dalam jumpa persnya di Hotel Grand Sumbawa, Miftahul Arzak selaku Ketua Pelaksana Survey didampingi Peneliti, Ramlafatma dan Yadi Satriadi, menyampaikan survey terakhir MY Institute bekerjasama dengan OMI ini dilakukan pada 19—26 November 2020. Mengingat ini survey terakhir Pilkada Sumbawa 2020, sehingga membutuhkan analisis yang cukup mendalam dan tenaga peneliti yang maksimal. OMI terang Miftah memiliki pengalaman di Survei Pilgub dan Pileg. Selain itu antara OMI dan MY Institute sudah sering melakukan kerjasama riset. “Pada survei ini kita ingin menunjukkan hasil yang maksimal untuk disampaikan kepada publik. Melalui rekan-rekan media kami tidak hanya ingin menyampaikan hasil survei saja melainkan membedah metodologi yang kita gunakan dalam survei kali ini,” jelas Miftah.

Miftah menyampaikan alasannya merilis hasil survei pada 4 Desember meski survey selesai dilaksanakan 26 November lalu. Menurutnya, pasca survey tim peneliti membutuhkan waktu 3 hari untuk menganalisa hasil, karena mereka memberikan prediksi secara ilmiah kecenderungan hasil pada 9 Desember 2020 nanti. Selain itu timnya menghadiri kegiatan debat Pilkada di Lombok Tengah, sebab mereka juga menjadi konsultan salah satu paslon di daerah tersebut dan berada di Sumbawa tanggal 2 Desember 2020.

Baca Juga  Pentingnya Sugesti Supranatural dalam Pilkada : Ahyar Dijagokan, Pernah Kunjungi Tempat Keramat

Dalam kesempatan itu Peneliti MY Institute, Yadi Satriadi melanjutkan, bahwa survei ini menggunakan Multistage Random Sampling, dengan tingkat kepercayaan 95%, Margin of Error 2,6% dan populasi dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbaru dari KPU Kabupaten Sumbawa. Dari metode ini diperoleh 1.200 responden yang tersebar secara proporsional dari tingkatan kecamatan, desa/kelurahan hingga TPS. Yadi mengungkapkan bahwa metode dan cara survei yang mereka lakukan ini sudah lazim digunakan oleh lembaga survei di tingkatan nasional. Ini juga sama dengan yang mereka gunakan ketika pemilihan Gubernur Tahun 2018 dan Pemilihan Legislatif 2019 yang hasilnya mendekati Real Count. “Jadi kami berani mempertanggungjawabkan secara ilmiah hasil survey yang kami rilis hari ini,” tegas Yadi.

Pada rilis kali ini, MY Institute menghadirkan dua hasil survei. Pertama, Elektabilitas Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Kabupaten Sumbawa tahun 2020 sejak tanggal 19-26 November 2020. Kedua, mengeluarkan rilis prediksi secara ilmiah perolehan suara pada 9 Desember nanti dengan analisis ilmiah. Jika Pilkada Sumbawa dilaksanakan rentang waktu 19-26 November 2020, terungkap Pasangan Mo-Novi di urutan teratas dengan 29,3%, disusul Talif Sudir 20,5%, Husni Iksan 13,6%, Nur Salam 13,6% dan penutup Jarot Mokhlis 13,3%, serta belum menentukan sikap 9,7%.

Pada pencoblosan 9 Desember mendatang, MY Institute juga memprediksikan perolehan suara untuk kelima pasangan calon. Mo-Novi masih teratas bahkan persentasenya naik menjadi 32,1%, Talif Sudir 22,3%, Husni Ikhsan 15,4%, Nursalam 15,4% dan Jarot Mokhlis 14,8%. “Ini prediksi secara ilmiah kemungkinan suara pada 9 Desember ini. Metode ini sudah pernah kami lakukan pada Pilgub 2018 lalu dan Pileg 2019 lalu untuk mengetahui keadaan yang terjadi pada hari H pencoblosan dan hanya bisa dilakukan paling tidak satu bulan sebelum pencoblosan. Cara yang dilakukan dengan menganalisa secara mendalam ke responden yang belum menentukan sikap. Itulah hasilnya,” kata Yadi.

Baca Juga  Munas NU Bahas Enam Rekomendasi Penting untuk Pemerintah

Namun demikian, Yadi mengaku belum bisa mengungkapkan kondisi riil di lapangan khusus untuk pasangan Husni—Ikhsan, Nursalam dan Jarot Mokhlis. Sebab masih berada dalam Margin of Error yaitu 2,6%, dengan perolehan selisih antara Husni Iksan dengan NurSalam tidak ada dan ke Jarot Mokhlis hanya 0,6%. Sedangkan Mo Novi dengan Talif Sudir berada pada selisih 9,8% atau jauh di atas Margin of Error. Begitu juga dengan Talif Sudir terhadap tiga paslon di bawahnya yaitu antara 6,9%. “Maka, dipastikan posisi riil di lapangan urutan pertama Mo-Novi, Talif Sudir dan selanjutnya urutan ketiga, keempat dan kelima antara tiga paslon lainnya, bisa Jarot Mokhlis di atas Husni Ikhsan, atau Nursalam di atas Jarot Mokhlis dan Husni Ikhsan,” bebernya, seraya memastikan bahwa prediksi ini akan tetap seperti ini jika gerakan dan strategi tiap paslon stagnan dan sama seperti di akhir November ini. (SR/Adv)

iklan bapenda