Kini Sumbawa Daerah Bahaya Narkoba, Semua Kecamatan Terpapar

oleh -183 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3/12/2020)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa, Ferry Priyanto S.Sos MM menyebutkan Kabupaten Sumbawa saat ini bukan lagi darurat narkoba tapi sudah dikategorikan sebagai daerah bahaya narkoba. Pasalnya, peredaran gelap barang haram di Tana Intan Bulaeng ini sungguh luar biasa. Sudah banyak pengungkapan kasus narkoba dan penangkapan para pelaku mulai dari bandar, pengedar, kurir hingga pengguna oleh jajaran Polres Sumbawa. “Pada Tahun 2020 ini banyak barang bukti yang diamankan yang secara tidak langsung telah menyelamatkan ribuan generasi masa depan,” ungkap Ferry didampingi Kasi Rehabilitasi, Ellyah Andriany SKM dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Nursyafruddin A.Md dalam jumpa persnya, Kamis (3/12).

DPRD

Diakui Ferry—sapaan Kepala BNN Sumbawa, banyak kasus narkoba yang diungkap di kabupaten/kota lain, memiliki keterkaitan dengan peredaran narkoba di Kabupaten Sumbawa. Belum ini Polda NTB meringkus bandar narkoba di Senggigi dengan barang bukti 1 kilogram shabu, memiliki keterkaitan dengan Sumbawa. Yang mencengangkan lagi, masyarakat menemukan diduga shabu seberat 25 kg terdampar di Pulau Moyo. Karena dikira potassium, warga setempat membakarnya. Ternyata dari sisa yang disangka potas ini, terdeteksi narkoba jenis shabu. “Masuknya narkoba di Sumbawa sungguh luar biasa,” ujarnya.

Karena itu Ferry mengingatkan untuk selalu waspada karena narkoba ini bukan permasalahan BNN dan kepolisian semata tapi semua pihak termasuk insane pers dalam menyampaikan informasi P4GN. Dukungan ini sangat diharapkan karena BNN Sumbawa banyak memiliki keterbatasan baik SDM maupun anggaran. Tanpa kebersamaan dan kepedulian permasalahan ini tetap membahayakan masyarakat. BNN dengan programnya tetap semangat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. “Penangkapan bukan solusi, tetapi bagaimana menyelamatkan mereka yang belum terpapar. Itu yang kita selamatkan terutama generasi muda. Karena yang sudah terpapar atau penyalahgunaan tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dipulihkan karena suatu saat akan kambuh lagi,” tandasnya.

Baca Juga  Curi Kamera Mahal, Seorang Pemuda Disergap Tim Puma

Ditambahkan Nursyafruddin—Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sumbawa, bahwa Sumbawa sudah zona merah dalam peredaran gelap narkoba. Indikatornya, seluruh kecamatan dan hampir semua desa di Sumbawa sudah terpapar narkoba. Bahkan daerah yang jauh dari jangkauan seperti Kecamatan Lenangguar masuk dalam 5 besar kecamatan dengan tingkat peredaran narkoba yang cukup tinggi. Kemudian bandar besar ada di Sumbawa, pengedar dan pengguna cukup banyak. Indikator lainnya angka orang yang mengikuti program rehabilitasi di BNN Sumbawa pada Tahun 2020 ini mencapai 60 orang. Ini bukan menggambarkan jumlah orang yang terpapar, tapi hanya 20 persen dari angka orang yang terjerat narkoba. Artinya masih cukup banyak yang belum tersentuh atau terdeteksi. “Jangan terpancing dengan angka, dan kita punya kepedulian terhadap masalah ini,” tukasnya.

Belum lagi hasil tes urine BNN Sumbawa di 10 OPD, sambung Nursyafruddin, terungkap 6 ASN yang positif narkoba. Sementara masih ada puluhan OPD lainnya termasuk instansi vertical belum tersentuh. Ini menggambarkan bahwa masih ada ASN yang berpotensi sebagai pengguna narkoba. Namun demikian BNN tak putus asa, terus membangkitkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba. Pihaknya terus mendorong Pemda Sumbawa menelurkan regulasi yang dijadikan payung hukum dalam upaya meminimalisir kasus tersebut. (JEN/SR)

DPRD DPRD