Hilang 3 Bulan, Ternyata Perempuan ini Diracun, Jasadnya Dikubur Dalam Pondasi

oleh -311 views

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (3/12/2020)

Misteri hilangnya MA (30) sejak tiga bulan lalu akhirnya terkuak. Ternyata perempuan dari Dusun Tamping Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah ini dibunuh dan jasadnya ditemukan di dalam sebuah pondasi rumah di pinggir jalan, Kamis (3/12/2020).

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Permana, Kamis (3/12) menjelaskan, awalnya korban dilaporkan sebagai pelaku perzinahan oleh keluarganya. Namun itu tidak terbukti karena korban sempat menghilang sejak dilaporkan. Dan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan intens terkait perkara tersebut, polisi mendapatkan bukti-bukti petunjuk yang mengarah kepada terduga pelaku. Kini korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal yang dikubur di dalam pondasi rumah yang berada di pinggir jalan raya Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. “Hari ini kita sudah temukan korban dalam kondisi meninggal, kami sudah lakukan penggalian dimana korban dikubur oleh pelaku dan berkoordinasi dengan Biddokes Polda NTB untuk melakukan otopsi,” ungkap AKP Agus.

Kasat Agus menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga korban, ketika perempuan ini dibawa oleh pelaku, dia sedang dalam keadaan hamil. Namun itu semua bisa terbukti berdasarkan hasil otopsi nantinya. “Jadi untuk sementara bisa kita simpulkan bahwa motifnya hubungan gelap, mengingat suami korban saat ini menjadi TKI dan sedang bekerja di luar negeri,” kata Kasat.

Baca Juga  Utang Dibayar Nyawa, Tewas dengan 7 Tusukan

Polisi kini sudah mengamankan FA (35) laki-laki, warga Desa Pengembur, yang diduga sebagai tersangka. FA dijerat dengan pasal tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Pelaku sudah mengakui perbuatannya telah membunuh korban dengan cara diracun. “Perkaranya sudah jelas bahwa ini pembunuhan, pelaku bisa dikenakan pasal 340 tentang pembuhan berencana dengan maksimal hukuman mati, kurungan penjara 20 tahun atau seumur hidup,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda