Perusahaan Indonesia dan Singapura Terus Pererat Kemitraan

oleh -39 views

JAKARTA, samawarea.com (1/12/2020)

Perusahaan Indonesia terus mencari inovasi, solusi teknologi, dan pasar baru melalui kemitraan dengan mitra regional, termasuk perusahaan Singapura di bawah naungan Enterprise Singapore. Meskipun Covid-19 melanda, perusahaan Indonesia terus berinvestasi dalam teknologi dan solusi yang inovatif di sektor pembangunan dan konstruksi, keuangan dan perawatan kesehatan.

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan lebih dari 100 perusahaan Indonesia, termasuk di antaranya Suryacipta Swadaya, Jababeka, Kamadjaja Logistics, menghadiri serangkaian pameran virtual mengenai penyedia solusi teknologi tinggi yang diselenggarakan oleh Enterprise Singapore bekerja sama dengan GK Plug & Play Indonesia, suatu platform inovasi terbuka.

Sesi keterlibatan bisnis dalam pameran yang difasilitasi oleh Enterprise Singapore’s Overseas Centre di Jakarta dan Surabaya tahun ini menghasilkan sekitar 50 potensi kecocokan bisnis antara perusahaan Indonesia dan perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura. Microsoft dan Amazon Web Services Indonesia telah mengajukan diri menjadi mentor bagi perusahaan rintisan Singapura dalam Program Akselerasi bagi Indonesia Global Innovation Alliance3 (Aliansi Inovasi Global/GIA) yang baru saja diluncurkan oleh Enterprise Singapore.

Wesley Harjono, Managing Director Plug and Play Indonesia mengatakan, “Singapura adalah pusat bisnis yang netral di dalam kawasan yang tengah tumbuh ini, dan mitra terpercaya bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan inovasi mereka dalam pendekatan yang terukur dan efektif biaya. Melalui program Global Innovation Alliance (Aliansi Inovasi Global, GIA), kami bekerja sama dengan tim Enterprise Singapore yang berada di Jakarta dan Surabaya yang memahami kebutuhan dan karakteristik daerah di seluruh Indonesia. Selaras dengan bertumbuhnya ekonomi di Indonesia, bisnis akan semakin mencari solusi inovatif untuk memastikan pertumbuhan.  Kami berharap dapat memfasilitasi lebih banyak kemitraan ko-inovasi antara perusahaan rintisan dan perusahaan di tahun 2021,” katanya.

Inovasi solusi baru untuk mendukung pemulihan dari COVID-19 di SWITCH

Enterprise Singapore menyelenggarakan Singapore Week of Innovation and TeCHnology 2020 (SWITCH 2020) dari 7 hingga 11 Desember, yang akan menjadi acara digital dan fisik hybrid sepanjang minggu pertama di dunia untuk komunitas teknologi. Lebih dari 6.000 investor, perusahaan, pemimpin industri dan mentor diharapkan untuk berpartisipasi dalam festival teknologi digital dan fisik hybrid.

Baca Juga  Gubernur Dorong OPD Realisasikan Komoditi yang Siap Diindustrialisasi

Dalam lingkungan bisnis setelah adanya pandemi COVID-19, perubahan kebutuhan konsumen dan bisnis membuat relevansi teknologi semakin nyata. Di Indonesia dan pasar Asia Tenggara lainnya, daerah yang berkembang dalam bidang teknologi pendidikan, teknologi keuangan dan e-niaga kini berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, setara dengan sektor yang lebih tradisional, seperti pengembangan infrastruktur, manufaktur, dan transportasi.   Perusahaan semakin mengadopsi pola pikir yang inovatif untuk menangkap peluang guna memengaruhi perubahan yang tengah terjadi, bukan hanya menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut.

Untuk mendukung meningkatnya permintaan terhadap solusi digital yang baru, Enterprise Singapore akan meluncurkan Tantangan Inovasi Terbuka Asia Tenggara (Southeast Asia Open Innovation Challenge) perdana di bulan depan pada acara Singapore Week of Innovation and TeCHnology 2020 (SWITCH 2020). Perusahaan-perusahaan dari wilayah – Vietnam, Thailand dan Malaysia – akan mengungkapkan pernyataan masalah mereka untuk melakukan kerja sama inovasi solusi dengan para perusahaan rintisan dan perusahaan teknologi.

Perusahaan mendapatkan manfaat dengan memasuki ekosistem perusahaan rintisan Singapura untuk mengembangkan rencana inovasi mereka, melakukan testbed dan mengkomersialkan solusi yang baru, serta memanfaatkan kedekatan Singapura dengan negara-negara Asia Tenggara.  Perusahaan juga dapat diyakinkan dengan lingkungan Singapura yang mendukung bisnis, infrastruktur yang kuat dan banyaknya ahli R&D (Penelitian & Pengembangan) yang dapat mendukung seluruh perjalanan inovasi mereka.

Tan Soon Kim, Assistant Chief Executive Officer Enterprise Singapore mengatakan, “Inovasi akan menjadi pendorong berbagai ekonomi meskipun terdapat tantangan yang diakibatkan oleh pandemi global, dan kebutuhan akan solusi yang baru dan unik diharapkan akan tumbuh. Keikutsertaan Indonesia pada SWITCH 2020 mencerminkan ekosistem inovasi dan teknologi yang berkembang. Meningkatnya kolaborasi antara perusahaan Indonesia dan Singapura menggembirakan dan kami ingin memungkinkan lebih banyak kemitraan bisnis semacam itu, memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia dalam SWITCH 2020

Bukti kemitraan yang semakin dalam antara perusahaan Singapura dan Indonesia terlihat dari keterlibatan yang signifikan oleh para pemimpin perusahaan dan perusahaan Indonesia. Pembicara terkemuka dari Indonesia di SWITCH antara lain: Wimala Widjaja, Chief Innovation Officer Dexa Group akan berbagi mengenai perjalanan inovasi perusahaan Dexa di SWITCH 2020, sebagai salah seorang panelis di antara para pemimpin bisnis regional lainnya pada sesi “Keberagaman Inovasi di Asia Tenggara”. Dexa Group, adalah salah satu grup farmasi yang terbesar di Indonesia dan pendukung inovasi, tengah menjajaki kemitraan dengan perusahaan teknologi medis dan kesehatan Singapura.

Baca Juga  Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Rakyat di Desa Batu Dulang

Devina Halim, Vice President of Investment East Ventures, perusahaan modal ventura (VC) dengan portofolio Indonesia yang kuat, akan menyelenggarakan kelas master mengenai bagaimana VC mengukur traksi untuk perusahaan rintisan teknologi.

Albert, co-founder Traveloka, salah satu unicorn Indonesia dan perusahaan portofolio East Ventures juga akan berbicara dalam SWITCH 2020, bersama dengan pendiri perusahaan rintisan Asia Tenggara lainnya, seperti, Ninja Van, Carousell, Doctor Anywhere, dan Sea Ltd, untuk menginspirasi pengusaha pemula.

Ferry Abidin Soetikno, President Director Dexa Medica mengatakan, “Kami percaya inovasi adalah kunci melawan potensi gangguan di masa depan. Kami secara aktif bekerja dengan perusahaan yang inovatif, baik di Indonesia maupun secara internasional, termasuk Singapura, untuk mencari peluang melakukan ko-inovasi solusi dan teknologi yang baru. Pendekatan dipimpin pasar Singapura dan perannya sebagai hub teknologi untuk ASEAN adalah sumber potensial untuk solusi dan teknologi guna melayani konsumen dan mitra bisnis kami dengan lebih baik. Kami akan terus mencari kolaborasi dengan perusahaan teknologi yang menjanjikan guna memperkuat penawaran kami, dan mendukung pemerintah kami untuk menumbuhkan industri teknologi medis.”

SLINGSHOT 2020

Robyn Soetikno dari Dexa Group, dan Melisa Irene dari East Ventures juga akan mewakili Indonesia sebagai juri dalam SLINGSHOT. SLINGSHOT adalah kompetisi internasional untuk memilih perusahaan rintisan teknologi yang menarik diantara perusahaan rintisan global Top 100 untuk bersaing memperebutkan hadiah uang tunai dan hadiah hibah senilai USD$700.000, dan sumber daya senilai lebih dari USD$5,5 juta dalam bentuk kredit cloud, ruang kerja bersama dan bimbingan serta kelas master industri. Sekitar 200 investor, perusahaan dan pengusaha serial tier teratas dari 22 negara, juga akan terlibat dalam proses penjurian, bersama dengan juri Indonesia. Dari Indonesia, telah diterima 142 pendaftaran untuk SLINGSHOT 2020 dan dua perusahaan rintisan– MyRobin.ID dan Octopus Waste Management–telah terpilih menjadi Top 100. (SR)

iklan bapenda