Kritik Pedas Nursalam ke Husni Ikhsan, Ungkap Sampah dan Jalan Rusak

oleh -183 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30/11/2020)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 2, Nurdin Ranggabarani SH MH—H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH (Nursalam), memberikan kritik pedas kepada Paslon nomor urut 1, HM Husni Djibril B.Sc—Dr. HM. Ikhsan M.Pd (Husni—Ikhsan) pada Debat Kedua Pilkada yang digelar KPU Sumbawa belum lama ini.

Pada kesempatan itu Nursalam menyebutkan bahwa sampah di wilayah Kabupaten Sumbawa berserakan dimana-mana dari ujung Tarano sampai Alas Barat. Selain itu kota gelap gulita karena listrik tidak menyala dan air bersih tidak ada. Yang menyedihkan jalan kabupaten hancur lebur. Dari 951 kilometer jalan kabupaten yang hancur mencapai 78%, setara dengan 800 kilometer. Artinya hanya 100 kilometer dalam kondisi baik. Faktanya ini disampaikan Nursalam karena Kabupaten Sumbawa dari beberapa tahun lalu hingga saat ini masih dipimpin oleh HM Husni Djibril sebagai Bupati. Nursalam meminta untuk membeberkan strateginya mengatasi semua itu jika Husni—Ikhsan terpilih pada Pilkada mendatang.

Menjawab pertanyaan bernada kritikan itu, Calon Bupati HM Husni Djibril menyatakan, masalah sampah adalah tanggung jawab bersama, dan semuanya harus memiliki kepedulian untuk mengatasinya. Pemerintah tidak bisa menanganinya dalam sekali langsung selesai, karena setiap hari masyarakat membuang sampah dua kali sehari. Perbandingannya jauh lebih besar yang membuang sampah daripada penanganannya.

Kemudian soal listrik padam, menurut Haji Husni, itu bukan kewenangan kabupaten. Hanya ketika terjadi gangguan listrik pemerintah daerah wajib berkoordinasi dengan PLN karena mereka yang memiliki kewenangan untuk itu. Selanjutnya soal jalan hancur, Haji Husni mengaku dalam kepemimpinannya perbaikan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa sudah terlalu banyak. Ia sudah memerintah agar jalan yang bisa dihotmix untuk segera dilakukan. Mengenai ada jalan rusak yang aspal biasa, itu karena kondisi sehingga mengalami kerusakan.

Baca Juga  Kuasai Data, Ungkapkan Fakta, Modal SAAT JAYA Atasi Masalah

Ditambahkan Haji Ikhsan Calon Wakil Bupati nomor 1, bahwa sampah terbagi dua yaitu penanganan dan pengolahan. Untuk harus dimulai dengan merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sedangkan pengolahan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengolah sampah bernilai ekonomi serta merubahnya menjadi energy dan pupuk. Sementara soal jalan hancur, Haji Ikhsan membantah itu karena pembiaran. Dalam catatannya selama pemerintahan Husni-Mo yang masih menjabat sampai saat ini, jalan yang dihotmix sepanjang 140 kilometer dengan menghabiskan dana sampai Rp 238 miliar. Tapi karena tidak tuntasnya jalan ke Batu Lanteh, masalah ini mencuat lagi. Sebenarnya jalan ke selatan itu didahulukan ke Kecamatan Ropang dan Orong Telu. Saat giliran ke Batu Lanteh muncul musibah non alam Pandemic Covid, sehingga tertunda. Namun jika Husni—Ikhsan melanjutkan kepemimpinan Husni—Mo, pihaknya berjanji akan menuntaskan penanganan jalan Batu Lanteh dalam waktu 2 tahun. (SR)

 

iklan bapenda