Suhu Tubuh Tinggi, Pemilih Diarahkan Mencoblos di Bilik Khusus

oleh -37 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/11/2020)

Polres Sumbawa Polda NTB menggelar simulasi pengamanan pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara. Simulasi tersebut dilaksanakan di lapangan Pemda Kabupaten Sumbawa, Sabtu,(28/11/20) pagi. Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Sumbawa Ir. Zainal Abidin, M.Si, Kapolres Sumvawa AKBP Widy Saputra, S.Ik, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, Komisioner KPU Sumbawa Muhammad Kanety, Koordinator Sekretariat Bawaslu Edi Ramli S.Ap, Kabag Ops Polres Sumbawa AKP Sari Mukmin, Danki Brimob Sub Den 2A Brimob Sumbawa IPTU Nurdin, serta para peserta simulasi sebanyak 50 orang.  Simulasi tersebut diperagakan langsung oleh seluruh personel Polres Sumbawa yang berperan sebagai petugas TPS, pihak kemananan, hingga menjadi pemilih.

Kegiatan simulasi diawali dengan penyemprotan cairan desinfektan oleh petugas TPS, kemudian petugas KPPS dan pengamanan juga siap dengan menggunakan pakaian APD, masker, sarung tangan, serta alat pengukur suhu tubuh (thermogun) untuk mengukur suhu tubuh para pemilih. Disimulasikan pemilih yang datang ke TPS langsung diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan. Selanjutnya, suhu tubuhnya diukur oleh Petugas KPPS. Pemilih menyerahkan blangko C6 dan KTP ke petugas KPPS untuk didata sebagai pemilih. Selanjutnya pemilih diberikan sarung tangan, dan apabila tidak membawa masker akan diberikan masker dan dipersilahkan menunggu di tempat yang disediakan dengan tetap menjaga jarak.

Baca Juga  Bus Rombongan Wisudawan Asal Lotim Tertimpa Pohon

Pemilih kemudian dipanggil oleh petugas KPPS dan diberikan surat suara untuk mencoblos di bilik suara yang telah disediakan. Setelah melakukan pencoblosan kertas surat suara dimasukan ke dalam kotak suara dan pemilih keluar diberi tanda tinta dengan cara dicap pada bagian tangannya. Sementara sarung tangan pemilih lalu dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Apabila ditemukan pemilih yang memiliki yang suhu tubuhnya di atas 37,5 celcius akan diarahkan petugas untuk mencoblos di bilik suara khusus yang telah disediakan. Simulasi juga memeragakan apabila ada pemilih yang memiliki suhu tubuh tinggi yang menolak mencoblos di bilik suara khusus dan tetap memaksa mencoblos seperti pemilih pada umumnya, petugas dengan APD lengkap memberikan pemahaman.

Kapolres Sumbawa mengatakan bahwa tujuan diadakan simulasi tersebut merupakan bentuk kesiapan untuk mengetahui tata cara serta siap berbuat apa saat pelaksanaan pemilihan di TPS. “Melalui kegiatan ini kita akan mengetahui sebagian besar gambaran proses pemilihan di TPS nantinya, siapa berbuat apa, dan bagaimana langkah-langkah yang diambil jika terjadi permasalahan.” ucapnya.

Selain itu Kapolres juga menekankan agar nantinya saat pelaksanaan pemilihan petugas harus memperhatikan standar protokol kesehatan, mengingat pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19, agar tidak ada penularan maupun claster baru covid-19. (SR)

iklan bapenda