Mo-Novi VS Jarot-Mokhlis Soal Ketersediaan Listrik di Daerah Terpencil

oleh -133 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29/11/2020)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 4 dan 5, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd (Mo-Novi), dan Ir. H. Syarafuddin Jarot MP—Ir. H. Mokhlis M.Si (Jarot-Mokhlis) kini menjadi pembicaraan public. Elektabilitas dua pasangan ini terpaut tipis berdasarkan hasil survey Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020 yang dikeluarkan Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia). Jarot-Mokhlis memperoleh 21,4 persen sedangkan Mo-Novi 24,3 persen. Hanya terpaut 3%. Dua pasangan ini berada di posisi satu dan dua, unggul dari tiga Paslon lainnya. Survei tersebut juga menguji respons masyarakat terhadap debat publik pertama paslon yang dilakukan oleh KPU Sumbawa.

Pada Debat Publik Putaran Kedua belum lama ini, dua pasangan tersebut saling memberikan argumentasi terkait sumber energy terutama listrik di Kabupaten Sumbawa. Saat itu Jarot-Mokhlis mengemukakan bahwa ketersediaan sumber energi atau listrik di daerah ini terutama di kota cukup banyak tetapi di daerah terpencil sangat menyedihkan. Bahkan di beberapa desa tidak memiliki jaringan. Jikapun ada itu hanya satu hari atau setengah hari menyala. Jarot—Mokhlis meminta Mo-Novi untuk menyampaikan strateginya untuk mengatasi kesulitan listrik di daerah-daerah pelosok Kabupaten Sumbawa. Sebab data menunjukkan terdapat 23 titik yang belum terpenuhi aliran listrik.

Menjawab hal itu, Mo—Novi menyebutkan ada 44 dusun dan 9 kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang belum mendapatkan layanan listrik. Mo-Novi akan mencoba melakukan koordinasi dengan PLN, lalu mengundang dan melakukan kerjasama dengan investor dalam mengembangkan energi baru terbarukan. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penyediaan lahan yang digunakan untuk objek pengembangan energi listrik. Namun Mo—Novi menegaskan apapun teknologi yang menggunakan energi listrik ketika tidak adanya infrastruktur jalan, tidak mungkin PLN bersedia. “Siapkan dulu infrastruktur jalan, baru ada PLN,” katanya.

Baca Juga  Jelang Pilgub, KPU Sumbawa Berusaha Cerdaskan Pemilih 

Untuk mewujudkannya, memperkuat sinergitas antara Pemda, Pemprov dan pemerintah pusat. Tanpa sinergi ini, mustahil infrastruktur jalan yang mendukung akses listrik ke daerah terpencil akan terwujud mengingat anggaran APBD sangat terbatas. Upaya lainnya, bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di daerah seperti UNSA, UTS, IISBUD dan lainnya untuk melahirkan sejumlah inovasi terkait energy. Misalnya, daerah yang sulit akses jalan, akan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga air maupun tenaga angin. Dan sejauh ini sudah dilakukan di Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Batu Lanteh.

Menanggapi Mo—Novi, Paslon nomor 5 Jarot Mokhlis mengakui banyak dusun yang terisolir karena akses jalannya belum tersedia. Jika jalan menjadi penyebab, maka sampai kapanpun masyarakat di sana tidak menikmati listrik. Sebenarnya potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadikan energi di Sumbawa, adalah melalui limbah. Bagi daerah-daerah terisolir, solusinya menggunakan kompos limbah ternak maupun limbah jagung untuk dijadikan sumber energy. Bahan baku ini cukup tersedia, mengingat Sumbawa dikenal sebagai daerah lumbung ternak dan lumbung jagung. (SR)

iklan bapenda