Strategi Mo-Novi untuk Ketahanan Pangan, Hadirkan Pabrik Pengolahan dan Perkuat Sinergi

oleh -31 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/11/2020)

Hasil evaluasi Badan Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2018 menunjukkan indeks ketahanan pangan Kabupaten Sumbawa mencapai 76,25 persen. Merujuk data BPS terjadi penurunan persentase penduduk miskin secara bertahap. Meski demikian jumlah penduduk miskin pada Tahun 2019 masih tergolong banyak yakni 63.490 orang. Selain itu laporan Dinas Pangan terkait neraca bahan makanan 2019 menunjukkan kondisi nyata Pola Pangan Harapan (PPH) dan Angka Kecukupan Gizi Masyarakat (AKGM) masih jauh dari ideal. Terhadap kondisi itu, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany M.Pd memiliki strategi dalam meningkatkan akselerasi ketahanan pangan khususnya terkait angka kecukupan gizi masyarakat.

Pada Debat Kedua Paslon Pilkada yang digelar KPU Sumbawa belum lama ini, Calon Wakil Bupati dari Paslon nomor 4, Dewi Noviany mengatakan, Kabupaten Sumbawa telah menjadi lumbung pangan nasional. Produk pertanian sudah cukup melimpah khususnya komoditi padi dan jagung. Namun padi dan jagung yang dikirim keluar daerah dalam bentuk utuh bukan olahan. Karena itu jika Mo-Novi ditakdirkan terpilih, akan menghadirkan pabrik pengolahan di Kabupaten Sumbawa agar komoditi ini dikirim keluar daerah dalam bentuk produk (jadi). Pihaknya juga bekerjasama dengan Bulog dalam menangani surplus beras dan jagung agar ketahanan pangan di daerah ini tetap terjaga. Tak hanya bidang pertanian, perikanan dan peternakan pun juga harus mendapat perhatian yang sama.

Baca Juga  Presiden: Percepat Pendataan dan Penataan Tanah di Kawasan Hutan

Untuk merealisasikan semua ini, pemerintahan Mo-Novi akan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Tanpa sinergisitas ini, mustahil predikat Sumbawa sebagai lumbung pangan nasional bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Ditambahkan Calon Bupati, Haji Mo, khusus Kecamatan Batu Lanteh yang perlu dipikirkan adalah distribusi pangannya. Memang daerah itu minim menghasilkan beras, tapi mereka memiliki uang. Karenanya harus dipikirkan akses dan perbaikan jalannya menuju ke Batu Lanteh agar distribusi barang dan jasa menjadi lancar. (SR)

iklan bapenda