Cari Bonsai, Seorang Bocah Tewas Tergelincir ke Jurang  

oleh -1.900 views

DOMPU, samawarea.com (27/11/2020)

Naas menimpa Ahmad Zulaimi. Bocah berumur 10 tahun ini tewas setelah tergelincir jatuh ke jurang sedalam 20 meter lalu tenggelam ke sungai Dusun Gunung batu, Desa Pekat, Kecamatan  Pekat, Kabupaten Dompu, belum lama ini. Upaya evakuasi jasad korban cukup alot, karena polisi dan warga harus menuruni tebing yang licin.

Kapolsek Pekat, IPDA Muh. Sofiyan Hidayat S.Sos, Jumat (27/11) menuturkan, peristiwa naas itu terjadi, berawal ketika korban bersama dua temannya berangkat menuju areal hutan di belakang perkampungan untuk mencari jenis kayu serut untuk dijadikan tanaman kerdil (bonsai).

Sesampai di tempat yang dituju, ketiganya berjalan mencari kayu serut. Korban yang berjalan paling belakang tiba-tiba mendahului dua rekannya dan berjalan cepat karena melihat kayu serut dari jauh di depannya. Setelah agak jauh meninggalkan dua rekannya, tanpa diduga terdengar teriakan korban karena terpeleset lalu tergelincir jatuh dari tebing. Teriakan korban ini disusul suara dentuman air akibat tubuh korban yang jatuh ke dalam sungai. Mengetahui hal itu, kedua rekannya turun ke sungai dan berusaha menolong korban. Keduanya berusaha menarik kaki korban yang sudah tenggelam. Berkali kali dicoba namun tetap gagal. Akhirnya kedua rekan korban ini memutuskan kembali ke perkampungan untuk meminta pertolongan warga. Tak berselang lama, Kapolsek bersama anggota dan sejumlah warga menuju TKP, dan mengevakuasi korban dari dalam sungai. Kondisi saat dievakuasi, mulut korban mengeluarkan busa dan terdapat luka di pelipis kiri. Selanjutnya korban yang sudah tidak bernyawa dibawa ke rumah duka. Orangtua korban, Tahir (64) dan Rianim (50) ikhlas menerima musibah tersebut dan menolak untuk diautopsi.

Baca Juga  Tunggakan Tiga Kasus Korupsi PR Besar Kejaksaan

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pekat mengimbau masyarakat agar menjadikan musibah ini sebagai pembelajaran bagi orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengontrol aktivitas anak-anaknya agar tidak terjadi hal yang berisiko seperti ini. (SR)

iklan bapenda