Atasi Anjloknya Harga Pangan, Jarot-Mokhlis Hadirkan Pabrik Pengolahan di Sumbawa

oleh -52 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/11/2020)

Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB pada Tahun 2018 menunjukkan Pulau Sumbawa merupakan lumbung jagung yakni 84% dari produksi total NTB. Di Kabupaten Sumbawa produksi jagung mencapai 676.080 ton. Bahkan luas areal penanamannya mengalahkan padi. Namun akhir-akhir ini petani mengeluhkan rendahnya harga jagung. Ini terjadi antara lain karena ketergantungan terhadap pabrik pakan di luar daerah serta tingginya biaya transaksi atau transportasi ke luar daerah. Tentunya harus ada strategi untuk meningkatkan ekonomi jagung sehingga memberi nilai tambah lebih bagi ekonomi daerah. Terhadap kondisi ini, Pasangan Calon Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP yang didampingi Wakilnya, Ir. H. Mokhlis M.Si saat Debat Kedua Paslon Pilkada yang digelar KPU belum lama ini, mengatakan, untuk mempertahankan ketahanan pangan khususnya produksi jagung di Sumbawa agar bisa memberikan nilai tambah dan membuat kestabilan harga, adalah mendorong terbentuknya atau terciptanya industri berbasis pertanian.

Disebutkan Haji Jarot, saat ini 90% lebih jagung dikirim ke luar daerah dengan harga pembelian di tingkat petani cukup rendah. Karenanya untuk mempertahankan atau meningkatkan harga, pemerintahan Jarot-Mokhlis akan mendorong agar industri ada di Sumbawa. Dengan adanya industri ini nilai jual akan lebih baik. Kemudian mendorong terciptanya lapangan kerja dan mewujudkan Sumbawa sebagai pakan udang dan pakan ternak. “Ini yang akan kami lakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai tambah terhadap produksi jagung,” kata Calon Bupati dengan visi Sumbawa Maju ini.

Baca Juga  HANURA Tetap Tegas Menolak Relokasi RSUD di Balai Benih Sering

Ditambahkan Calon Wakil Bupati, Haji Mokhlis, bahwa kehadiran industri pakan ternak di Kabupaten Sumbawa tentu bukan saja akan meningkatkan ekonomi bagi petani jagung sekaligus akan meningkatkan ekonomi masyarakat Sumbawa. Tentu keberadaannya memberikan multiplayer effect terhadap UMKM, kreativitas anak-anak muda dan lainnya. Dengan geliatnya berbagai sektor ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. Selain itu ada peluang untuk memanfaatkan limbah jagung. Selain buah jagung untuk komoditas, juga limbahnya dijadikan energi pembangkit listrik. Di satu sisi, kehidupan ekonomi petani jagung akan meningkat, di sisi lain energi di Kabupaten Sumbawa akan tercukupi. (SR)

iklan bapenda