UTS Terjunkan Belasan Trauma Healer ke Batu Rotok

oleh -32 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27/11/2020)

Kebakaran yang melanda Dusun Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh menyisahkan duka mendalam bagi para korban juga masyarakat Sumbawa pada umumnya. Berdasarkan data musibah kebakaran (BPBD Kab. Sumbawa) di Batu Rotok yang terjadi 7 November 2020, tercatat 71 rumah rusak berat yang dihuni 87 KK (274 jiwa), 11 rumah rusak ringan dengan 13 KK terdiri dari 38 jiwa. Sedangkan usaha 17 KK berupa perkiosan, bakulan, pertukangan dan usaha fotografi. Semua habis dilahap si jago merah.

DPRD

Bantuan terus bergulir dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat terdampak musibah kebakaran ini. Kerugian tidak hanya secara materi tetapi juga moril bahkan trauma akibat kebakaran tersebut.

Hal inilah yang menggerakkan Tim Fakultas Psikologi UTS bergerak menuju Desa Batu Rotok, untuk menjadi relawan kemanusiaan dan melakukan trauma healing bagi korban yang terdampak kebakaran. Pada 15-21 November 2020 lalu sebanyak 16 Trauma Healer berangkat menuju lokasi yang terdiri dari Roni Hartono, M. Pd Dekan Fakultas Psikologi sekaligus Ketua Tim Relawan, Psikolog Ellis Suci Prapitasari dan Abdullah, M.Psi, dan 2 ilmuan psikologi yaitu Junaidin,M.Psi dan Andri Sayhrul Anam, S.Psi. serta 11 mahasiswa Prodi Psikologi.

Junaidin,M.Psi salah satu Ahli Psikologi yang berangkat menuturkan, sebelum ke Batu Rotok, pihaknya telah merancang model trauma healing untuk batita, anak-anak, remaja, dewasa awal, dewasa, serta usia udzur. Namun, ketika tiba di lapangan, rencana berubah total. Keadaan mental masyarakat korban dan terdampak sangat memprihatinkan.

Baca Juga  Puluhan Pemuda Pencari Kerja Desa Banete Blokir Get Benete

Disebutkan Junaidi, psikolog serta ilmuan psikologi mengaku ada beberapa ibu-ibu dan remaja pada saat proses konsultasi tergambar dalam kondisi yang benar-benar membutuhkan portolongan serta dukungan psikis mendesak. Keadaan psikis yang labil ini tidak hanya menyerang perempuan tetapi juga laki-laki. “Jika keadaan psikis terganggu seperti ini dibiarkan berlanjut, hal ini akan menghambat proses pemulihan fisik dan lingkungan desa korban dan terdampak secara keseluruhan,” imbuh Junaidi.

Kegiatan Trauma Healing ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan layanan psikososial dan psikoedukasi masyarakat untuk menghilangkan traumatis psikologis akibat bencana kebakaran. Konseling gratis tersebut dilakukan dengan metode door to door atau dari tenda ke tenda (pengungsi) dengan target kegiatan yaitu anak-anak, remaja, dewasa juga orang tua. Trauma healing kepada anak-anak dilakukan dengan cara bermain. Di dalam permainan ini dirancang guna memodifikasi perilaku anak-anak. Lalu membentuk kelompok konseling remaja yang berpusat di SMA Garuda Batu Rotok.

Ketua Tim Trauma Healing Roni Hartono, M. Pd menyampaikan, trauma healing dan kegiatan konseling tersebut dilakukan sebagai bentuk usaha kemanusiaan dan bentuk pendidikan dalam waktu yang sulit untuk meningkatkan kesadaran terhadap nilai moral, sosial, pendidikan, spiritual dan mengelola emosi dengan baik dan positif. Sehingga menjadi manusia atau indvidu yang mampu bertahan hidup dengan bahagia bermakna. Sehingga masyarakat tidak terpuruk berlarut-larut dan bisa menata hidup kembali.

Baca Juga  Pesta Lampion di Arena Angin Laut

Hal yang paling berkesan bagi relawan adalah keramahan dan sambutan yang hangat dari Kepala Desa Batu Rotok, Edi Kusuma Wijaya, S.Kep., para staf desa, dan juga relawan lain di lokasi saling memberi semangat dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Dalam kurun waktu seminggu tersebut Tim Trauma Healing Psikologi UTS mendapat tawaran yang cukup menantang dari Kepala Desa, yakni mendatangkan mahasiswa untuk program KKN dan sejenisnya di tahun-tahun mendatang.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang sudah ikut membantu para korban terdampak kebakaran. Ini sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika UTS. “Mengirimkan para Elang Muda untuk menjalankan berbagai program seperti KKN ke wilayah kecamatan Batu Lanteh bukanlah hal yang tidak mungkin, kedepannya bisa saja di laksanakan. Tentu dengan berbagai pertimbangan dan persiapan yang matang. Semoga masyarakat Batu Rotok segera bangkit dan memulai kembali aktifitas seperti biasa pasca kejadian memilukan ini,” pungkas Chairul. (SR)

DPRD DPRD