Pemda KSB Lelang 70 Unit Kendaraan Dinas

oleh -181 views

SUMBAWA BARAT, samawarea.com ( 27/11/2020)

Sebanyak 70 unit kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan dilelang. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima telah melakukan penilaian terhadap kendaran yang akan dilelang. Berdasarkan data Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) KSB, 70 unit kendaraan yang rencananya akan mulai dilelang awal Bulan November itu. Rinciannya terdiri dari 10 unit kendaraan roda empat (mobil) dalam kondisi layak, 34 kendaraan roda dua atau sepeda motor kondisi layak dan sisanya 26 unit kendaraan (roda empat, dua dan tiga) ditetapkan dalam bentuk scrap (limbah). “Penetapan kondisi kendaraan yang akan dilelang itu berdasarkan hasil penilaian KPKNL Bima. Berikut juga dengan nilai minimal tiap-tiap unit yang nantinya akan diunggah pada saat proses lelang,” jelas Heri M. Saleh selaku Kepala Bidang Aset di Badan Pendapatan Asli Daerah (BPAD) KSB.

Pemda kata Heri, bukan sebagai pelaksana lelang melainkan hanya memiliki kewenangan mengumpulkan unit kendaraan. Kemudian KPKNL (Bima) yang meneliti kondisinya apakah masih layak atau dijadikan limbah. KPKNL juga yang menominalkan dalam bentuk harga saat lelang nanti.

Masih berdasarkan hasil penilaian KPKNL yang diterima BPAD KSB, sambung Heri, total nilai minimal keuangan yang dapat diperoleh Pemda KSB dari hasil lelang puluhan kendaraan tersebut yakni sebesar Rp 202.405.000. Angka tersebut adalah nilai minimal. Jumlahnya akan bertambah jika dalam proses lelang nanti tiap unit kendaraan ada transaksi antar penawar. “Itu nilai minimalnya. Nanti kalau dilelang ada satu kendaraan yang diminati lebih dari satu orang, tentu penawaran tertinggi yang berhak,” bebernya.

Baca Juga  270 Ribu KK di NTB Mulai Menerima BST dari Kemensos

Per unit kendaraan milik Pemda KSB yang akan dilelang, kata Heri, harganya memang cukup terjangkau. Kendaraan roda empat yang dianggap masih layak pakai hanya diberi harga paling tinggi Rp 20 juta lebih, sedangkan yang ditetapkan sebagai limbah dihitung per kilo hingga satu unit kendaraan hanya dihargai ratusan ribu rupiah.

Mengenai peserta lelang, Heri menyebutkan siapa saja, bisa perorangan, swasta, BUMN/BUMD, BDL, bahkan negara asing sekalipun. Cara mengikuti lelang dengan membuka Website www.lelang.go.id. Daftar akun dengan cara klik Sign in/daftar pjok kanan atas pilih daftar. Isi seluruh form sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Sistem akan mengirim kode aktivasi ke email yang terdaftar. Aktifkan akun e-Auction sesuai dengan email yang diterima. Setelah akun aktif lengkapi data diri dengan klik persyaratan lelang-lengkapi data KTP, NPWP, dan rekening. Pegawai DJN akan memverifikasi data tersebut. Apabila sudah lengkap dan benar, sistem akan mengirim notifikasi akun sudah dapat dipakai. Klik objek lelang yang ingin dibeli-klik ikut lelang. Maka akan muncul form konfirmasi mengikuti lelang. Sistem akan mengirim Virtual Accoount sebagai nomor rekening tujuan penyetoran uang jaminan lelang. “Setor uang jaminan lelang sesuai yang diisyaratkan, pegawai DJKN akan memverifikasi atas penyetoran uang lelang tersebut. Apabila sudah benar anda akan mendapatkan token untuk mengajukan penawaran,” pungkasnya. (SR)

DPRD DPRD