UTS Jadikan Olat Maras Kawasan Wisata Budaya dan Pendidikan

oleh -61 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24/11/2020)

Universitas Teknologi Sumbawa telah berhasil menyelenggarakan Olat Maras Moving Festival (OMMF) I dan II melalui Dewan Kebudayaan UTS. OMMF adalah suatu pagelaran seni dan budaya yang diselenggarakan dengan menyatukan berbagai lembaga pendidikan di Kawasan Olat Maras di bawah naungan Yayasan Dea Mas, di antaranya UTS, IISBUD Sarea, AKOM, SMK Al-Kahfi berkolaborasi dengan seniman dan budayawan Sumbawa juga nasional.

Dewan Kebudayaan UTS sendiri adalah lembaga yang dibentuk oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D yang bertujuan untuk mengembangkan potensi kebudayaan di kawasan Olat Maras. Hal ini tidak lepas dari lokasi UTS yang konon memiliki situs peninggalan sejarah, ada jejak Kedatuan (kerajaan) Maras. Dan jauh sebelum berdirinya UTS kawasan Olat Maras telah memiliki peradaban, seperti disadur dari tulisan Ihin salah satu Budayawan Sumbawa. DK UTS digawangi oleh Aries Zulkarnain sebagai Ketua, Agus Irawan Syahmi Wakil Ketua dan Aka Kurnia Sanjaya selaku Sekretaris. DK UTS beranggotakan Arifianto pelaku kesenian Sumbawa, H. Wahab Zakariah, Wahyuddin Latief serta dari internal UTS Nurul Hudaningsih, Eka, dan Sudrajat Martadinata. Dengan kepengurusan bersifat ethog, dimana keanggotaan secara umum dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan. Siapapun bisa menjadi bagian dari DK UTS selama mereka adalah masyarakat yang concern dengan kebudayaan dan kesenian Sumbawa.

OMMF pertamakali digelar pada 30 Oktober 2020 bertempat di Ruang Publik Kreatif (RPK) UTS. Dibuka oleh Ketua Yayasan Dea Mas, Niken Saptarini, M. Sc. OMMF I dimeriahkan dengan berbagai penampilan, diawali dengan orasi kebudayaan oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D lalu menampilkan SMK Al Kahfi dengan pagelaran puisi 80 santri, Sanggar Cinde Bulaeng, Moyo Hilir memainkan Sakeco klasik 70 rebana, dan Sakeco Kreatif melagukan sakeco, UKM Seni UTS kolaborasi dengan AKOM, Sekolah Pasca Sarjana UTS angkatan VI paduan suara. Tak hanya itu, ada pula pembacaan lawas oleh Budayawan Mahidin, serta lagu Olat Maras karya Haris budayawan.

Baca Juga  Iklan Gerakan Coklit Serentak 18 Juli 2020

OMMF II diselenggarakan pada 17 November 2020 di SDIT Samawa Cendikia, dibuka langsung oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, M.Sc. Acara tersebut berjalan sukses dan meriah, dengan menampilkan lebih banyak lagi seniman dan budayawan Sumbawa. Di antaranya, Orasi Budaya seniman maestro Mustakim Biawan, kolaborasi anak-anak Panti Asuhan Putri An-Nisa membawakan lagu-lagu Nasyid, Seroja Grup Band, Qasidah Laski kolaborasi murid SMK Al-Kahfi dan Sanggar Seni Cinde Bulaeng.

Tak kalah atraktifnya ada juga penampilan Sakeco inovatif, perpaduan alat musik Hadra/Daf Persia yang dimainkan oleh mahasiswa UTS asal Iran Safi Nobakth dengan sakeco klasik Sumbawa. Lalu ada parade puisi oleh wartawan senior Fajar Rahmat, Guru berprestasi 2019 Purna Aprianti, Iswantari Kepala SMPN 02 Alas Barat, dan Solihin Guru SMAN Utan.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D mengaku percaya bahwa sejarah adalah perulangan waktu. Di bawah tangan Dr. Zulkieflimansyah di kawasan yang dicanangkan menjadi City of Innovation telah berdiri 4 institusi pendidikan, perumahan, taman holtikultura, science technopark, sentra industri kecil dan menengah, dan industri peternakan. “Ini bukti bahwa kami UTS sangat concern dengan budaya. Karena budaya adalah identitas kita. Budaya perlu dilestarikan dan dikembangkan. Perubahan dunia yang begitu cepat memerlukan adaptasi tersendiri. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan budaya juga perlu inovasi, jika tidak ingin ketinggalan zaman,” tutur Bang Irul—sapaan akrabnya.

Baca Juga  Dinas Kehutanan Didemo Komunitas Adat

Dibentuknya Dewan Kebudayaan UTS dan diselenggarakannya Olat Maras Moving Festival ini kedepannya diharapkan mampu mewujudkan mimpi pencanangan Olat Maras sebagai kawasan wisata budaya, sejarah, pendidikan, dan teknologi. OMMF akan terus di gelar di berbagai tempat yang berbeda tentunya, sesuai dengan namanya ‘moving festival’. “Adalah tugas kita semua dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat budaya Tau Tana Samawa yang berpedoman pada Adat barenti lako syara, syara barenti ko kitabullah,” pungkasnya. (SR)

iklan bapenda