Ciptakan Sumbawa Ramah Investasi, Mo-Novi Siapkan Lapangan Kerja 10.000 Naker

oleh -89 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/11/2020)

Menyiapkan lapangan kerja untuk 10.000 tenaga kerja lokal, bukan mustahil bagi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo-Novi). Jika terpilih nanti, pasangan bernomor urut 4 ini, akan memprogramkannya. Program ini telah dituangkan dalam Agenda Kerja Misi 2 Mo—Novi untuk mewujudkan Sumbawa Sejahtera dan Mandiri.

Salah satu upaya dalam mewujudkannya ungkap Calon Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang akrab disapa Haji Mo, adalah dengan percepatan pembangunan Kawasan Industri Tanjung Santong. Kawasan Industri Tanjung Santong diharapkan menjadi kawasan yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung sektor Agroindustri (pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan) yang menjadi unggulan Kabupaten Sumbawa. Namun tetap disertai dengan pengelolaan lingkungan yang baik sehingga keberlanjutan lingkungan selalu terjaga. Saat ini sedang dalam tahap penyusunan AMDAL yang menjadi syarat terbitnya Izin Lingkungan yang merupakan salah satu persyaratan dalam proses tukar menukar kawasan hutan seluas 300 Ha di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ke depan Kawasan industri Tanjung Santong diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 6000 orang.

Upaya lainnya adalah memberikan bantuan peralatan dan pelatihan untuk UMKM. Mo-Novi akan menggratiskan Label BPOM Halal. Disebutkan Haji Mo, jumlah Usaha Mikro di Kabupaten Sumbawa sebanyak 14.697, Usaha Kecil 6764 dan Menengah 362. Dengan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM diharapkan usahanya dapat berkembang, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Bila setiap UMKM dapat menyerap 2 orang tenaga kerja, maka setiap 5000 UMKM yang dibantu selama 5 tahun maka akan tersedia lapangan kerja 10.000 untuk tenaga kerja lokal.

Baca Juga  PK Asli Tak Diundang, PK Abal-abal Susupi Musda Golkar Sumbawa

Kemudian memberikan bantuan terhadap komunitas milenial dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan membantu mereka, ungkap Haji Mo, akan tumbuh start-up yang bergerak pada sektor E-Commerce. Saat ini omset belanja online di Indonesia sebesar Rp 176 Trilyun, sehingga ini menjadi peluang besar bagi para milenial dan pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Berikutnya, Mo—Novi memberikan sertifikasi gratis bagi tenaga terampil bidang konstruksi (tukang batu, tukang kayu, tukang las, tukang besi, tukang listrik). Menurut Haji Mo, sektor konstruksi menyumbang PDRB terbesar ketiga setelah sektor pertanian (39,15%) dan sektor perdagangan (15,91%) yaitu sebesar 12,78%. Dengan demikian sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang cukup besar. UU jasa konstruksi mengamanatkan bahwa tenaga yang dipekerjakan di sektor ini harus bersertifikasi terampil (yang dikeluarkan oleh LPJK). Sementara dari data LPJK, jumlah tenaga terampil yang tersertifikasi di Kabupaten Sumbawa baru berjumlah 244 orang.

Program Mo—Novi lainnya dalam upaya penyerapan tenaga kerja lokal, adalah menciptakan Sumbawa Ramah Investasi. Dengan mempermudah investasi yang masuk, akan meningkatkan jumlah investasi. Dengan meningkatnya jumlah investasi maka serapan tenaga kerja pun akan meningkat. (SR)

iklan bapenda