Mo-Novi: Pembangunan RSUD Dilanjutkan, Insentif Nakes Ditingkatkan, 1 Desa 1 Ambulance

oleh -138 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21/11/2020)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd sangat memberi perhatian pada pembangunan bidang kesehatan. Pasalnya pasangan yang populer disapa Mo—Novi ini menyadari bahwa kesehatan menjadi salah satu hak dasar masyarakat. Selain itu daerah yang kuat karena masyarakatnya sehat.

Dalam agenda kerjanya yaitu mewujudkan Sumbawa sehat dan cerdas, Mo—Novi akan menuntaskan relokasi RSUD Sumbawa. Dikatakan Haji Mo selaku Calon Bupati, Kabupaten Sumbawa mulai melakukan relokasi RSUD sejak tahun 2017 lalu. Hal ini disebabkan RSUD yang ada sudah tidak layak dan mencukupi untuk layanan kesehatan masyarakat. Direncanakan pembangunan RSUD  akan dilanjutkan pada masa RPJMD 2021-2025. “Relokasi ini bagian dari upaya kami selaku Wakil Bupati Sumbawa yang diberikan amanah sejak beberapa tahun lalu,” kata Haji Mo.

Dalam agenda kerja ini lanjut Haji Mo, pihaknya akan memperkuat mutu dan fungsi pelayanan dasar dan rujukan dengan pola pengelolaan keuangan BLUD (PPK BLUD). Menurutnya, kualitas pelayanan publik bidang kesehatan merupakan implementasi pencapaian SPM bidang kesehatan dengan menguatkan fungsi pelayanan dasar dan rujukan memastikan peningkatan kapasitas BLUD. Dalam mendukung kualitas pelayanan ini, tentunya berkaitan dengan pemberi pelayanan yakni tenaga kesehatan.

Dalam merangsang semangat pelayanan, Mo—Novi memberikan instentif bagi tenaga kesehatan di pelayanan dasar (Puskesmas, Pustu, Polindes, Kader Posyandu) sebesar Rp 10 milyar per tahun. Dijelaskan Haji Mo, tenaga kesehatan di pelayanan dasar merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, baik dalam pelayanan perseorangan maupun pelayanan masyarakat. Karena itu kesejahteraan sangat penting dalam mendorong Nakes dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang selama ini kurang mendapat perhatian khususnya para honorer terkait kesejahteraan yang berjumlah 1403 orang. “Pemberian insentif akan berdampak terhadap legalitas Nakes berupa SK Tugas yang selama ini sebagian besar tidak memiliki,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemuda Samawa dan LATS Bahas Konsep Saham Adat

Program menarik lain dalam mewujudkan Sumbawa sehat dan cerdas, lanjut Novi—sapaan Calon Wakil Bupati nomor urut 4, adalah 1 Desa 1 Ambulan. Dikatakan Novi, kesediaan sarana penunjang sangat menentukan keberhasilan dari program meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tidak berjalannya program Desa Siaga salah satu kendala adalah ketersediaan mobil ambulan yang selama ini tidak ada di desa, sehingga menggunakan angkutan milik warga yang disewa. Itupun tidak semua desa mampu. Karena itu 1 desa 1 ambulan merupakan program yang tepat dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan angka harapan hidup masyarakat.

Kemudian Mo-Novi memberikan perhatian serius terhadap percepatan penurunan angka stunting, wasting dan gizi buruk. Angka stunting Kabupaten Sumbawa mencapai 31,43 % (berdasarkan RISKESDAS 2018). Karenanya perlu dilakukan ikhtiar bersama untuk melakukan penurunan angka stunting dengan cara penguatan konvergensi 8 aksi serta berpihak pada pemberdayaan kader posyandu, PAUD dan BKB serta puskesmas atau pelayanan dasar. Di samping pemberian tambahan makanan, tablet tambah darah dan pola gizi seimbang.

Di bagian lain agenda kerja Sumbawa sehat dan cerdas yang digulirkan Mo—Novi, ada program pemberian beasiswa bagi tenaga kesehatan ke jenjang S-1. Diungkapkan Novi, berdasarkan Permenkes No. 26 tahun 2019 implemetasi dari UU Keperawatan No. 38 tahun 2014 dan UU Kebidanan No. 4 tahun 2019, bahwa tenaga kesehatan (perawat dan Bidan) yang bekerja di pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit minimal pendidikan sarjana plus profesi, guna memberikan mutu pelayanan serta meningkatkan kompetensi Nakes. “Saat ini jumlah tenaga kesehatan (perawat dan Bidan) yang pendidikan D3 adalah 1.802 dari total Nakes 2.394, untuk menuntaskannya, pemberian beasiswa bagi para Nakes ke jenjang S-1 adalah solusi yang relevan,” pungkasnya. (SR/Advertorial)

iklan bapenda