Tingkatkan Kesejahteraan Desa, FEB UTS Gandeng BI dan OJK

oleh -49 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19/11/2020)

Salah satu fokus kerja pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah meningkatkan kapasitas literasi keuangan masyarakat. Literasi keuangan bermakna pengetahuan dan sikap hidup masyarakat terhadap keuangan yang mencakup aspek pengelolaan keuangan, akses terhadap Lembaga keuangan, investasi, dan literasi perpajakan.

Menyadari hal ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menginisiasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Keuangan. “Kami memobilisasi mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman dasar mengenai perencanaan keuangan dan pengembangan kapasitas kewirausahaan, semua ini kami lakukan sebagai bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” terang Muhammad Nurjihadi, M.Si., Dekan FEB UTS.

Dalam menjalankan program ini, ungkapnya, FEB UTS secara aktif membangun Kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan, terutama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Masalah utama yang membuat UMKM kita sulit berkembang adalah lemahnya kemampuan dan kesadaran pencatatan dan pengelolaan keuangan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah. Karenanya kami sangat mendukng upaya FEB untuk melakukan edukasi literasi keuangan ini,” ungkap Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Farid Faletehan juga menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif FEB UTS ini. “Inisiatif ini sangat baik dan sangat kita butuhkan, kami sangat mengapresiasi munculnya ide ini dari FEB UTS karena program ini langsung menyentuh problem mendasar di masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga  Rekon Pasca Gempa, Gubernur NTB Minta Fasilitator Bergerak Cepat

Pria yang sudah hampir tiga tahun menjabat Kepala OJK NTB ini menyatakan saat ini tingkat inklusi keuangan masyarakat di NTB sudah mencapai 70%, sedangkan kapasitas literasi keuangan hanya sekitar 30%. Artinya, sebagian besar masyarakat mengakses lembaga keuangan tanpa pengetahuan yang memadai tentang keuangan. “Itu yang membuat inisiatif FEB UTS menjadi sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan saat ini, OJK dengan senang hati bekerjasama untuk mendukung FEB UTS menjalankan program ini maupun program-program sejenis lainnya,” ungkap Farid Faletehan.

Selain BI dan OJK, kegiatan KKN Tematik Literasi Keuangan yang digagas oleh FEB UTS ini juga mendapat dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Philip Securitas, dan Asuransi Jasindo, dan Kantor Pajak Pratama (KPP) Sumbawa Besar. Program KKN Tematik Literasi Keuangan ini dijalankan di 6 desa di Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. “Setiap hari di 6 desa ini, mahasiswa kami memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menghadirkan mitra-mitra yang mendukung program ini, termasuk BI, OJK, BNI, KPP Pratama, Jasindo, dan lainnya,” jelas Muhammad Nurjihadi.

“Pada pekan ini, kami menghadirkan BNI untuk keliling ke desa-desa itu untuk menyalurkan Kartu Tani dan memfasilitasi masyarakat untuk membuka tabungan maupun mengajukan kredit mikro di BNI langsung tanpa harus ke kantor BNI. Pekan depan kami hadirkan juga PT Asuransi Jasindo yang menawarkan program asuransi ternak sapi dan asuransi tani,” imbuhnya, seraya menyebutkan bahwa program KKN Tematik FEB UTS ini akan berlangsung selama dua bulan sejak tanggal 9 November hingga akhir Desember 2020. (SR)

iklan bapenda