Dua Tersangka Pembunuhan Berlatar Air Irigasi Diserahkan ke Jaksa

oleh -186 views
bankntb

DOMPU, samawarea.com (18/11/2020)

Penyidik Sat Reskrim Polres Dompu berhasil menuntaskan penyidikan kasus pembunuhan HM. Yakub (65) yang diduga dilakukan dua orang tersangka, SL (44) dan AS (53). Tuntasnya proses penyidikan ini setelah Kejaksaan Negeri Dompu menyatakan berkas perkara kasus yang terjadi di So Kalonco, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, 15 Juli 2020 lalu ini, dinyatakan lengkap (P21). “Kami telah menerima surat dari Kejaksaan, bahwa berkas perkara Pembunuhan di Dorebara sesuai Laporan Polisi LP/295/VII/2020/Res.Dompu Tanggal 15 Juli 2020. Dinyatakan lengkap (P-21). Dan sudah kami tindaklanjuti dengan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) pada Senin 16 November 2020,” kata Kasat Reskrim Polres Dompu, IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K di ruang kerjanya, Selasa (17/11).

Peristiwa tragis itu dilatarbelakangi masalah sepele. Kedua terduga merasa tidak adil dalam pembagian air irigasi di lahan pertanian yang digarapnya, sehingga memantik amarah dengan menghabisi nyawa korban. Caranya, SL mencekik leher korban, sedangkan AR memegang serta menggigit tubuh korban.

Setelah menghabisi nyawa korban, keduanya berupaya menciptakan alibi dengan membopong mayat korban dan menempatkan di sebuah pondok milik petani di areal persawahan. Mereka memberi kesan korban sedang tertidur dan bukan karena dibunuh. Selanjutnya kedua terduga meninggalkan mayat korban. Kepolisian yang menerima laporan itu terus mendalami kasus tersebut. Sebab ada kejanggalan dan dicurigai ada penyebab lain tentang kematian korban.

Baca Juga  Kepala Pasar Plampang Tewas Terlindas Truk Pertamina

Untuk kepentingan penyidikan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga korban sehingga ada kesepakatan untuk menggali kembali kubur korban guna dilakukan autopsi. Terungkap fakta dari hasil autopsi bahwa kematian korban akibat tindak kekerasan yang dialaminya. Dari hasil penyidikan yang terus dikembangkan sehingga terungkap bahwa kematian korban dibunuh oleh kedua terduga.

Di hadapan polisi, kedua terduga mengaku membunuh korban karena merasa tidak puas dengan pembagian air irigasi di areal pertanian (sawah) yang mereka garap. Kini keduanya sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut dan dijerat dengan pasal 338 junto 351 (3) jo 55 KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. (SR)

iklan bapenda