Sekolah di Sekongkang dan Poto Tano Terapkan Belajar Tatap Muka

oleh -10 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (16/11/2020)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat membuka sekolah di dua kecamatan untuk belajar tatap muka. Adalah Kecamatan Sekongkang dan Kecamatan Poto Tano.  Dua kecamatan ini berstatus zona hijau dari Covid-19.

amdal

Ditemui samawarea.com belum lama ini Sekretaris Dikbud Sumbawa Barat, Agus S.Pd menyebutkan saat ini akan bertambah dua kecamatan lagi yang menerapkan belajar tatap muka yaitu Kecamatan Sekongkang dan Kecamatan Poto Tano lantaran berstatus Zona Hijau. Pihaknya sudah melihat kesiapan sekolah untuk penerapaan belajar tatap muka. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, sabun cuci tangan dan handsanitizer. Dalam pelaksanaannya, siswa satu kelas dibagi menjadi dua shif. Sebagian siswa sekolah pagi dari pukul 07.00 sampai 10.00 Wita, sebagiannya lagi dari pukul 10.00 sampai 12.00 Wita. “Tidak ada jam istirahat. Dalam proses blajar mengajar guru tidak boleh kosong di ruang kelas, untuk menjaga anak anak agar tidak berkerumunan. Kalau mau mengganti pelajaran guru pertama baru boleh keluar kalau guru selajutnya sudah datang. Siswa juga diwajibkan menggunakan masker,” jelasnya.

Bagi wali murid yang belum siap mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka, sambung Agus, tetap akan dilayani dengan sistem daring. Anak-anak yang boleh belajar tatap muka apabila orang tua atau wali murid bersedia dan menandatanganinya di atas materai. Sebab banyak masukan dari sekolah dan wali murid untuk meminta belajar tatap muka diterapkan. Namun pihaknya tidak ingin mengambil resiko. “Makanya kami hanya berani memberikan ijin sekolah yang kecamatannya masuk dalam zona hijau mengingat wabah covid sampai saat masih terus menyebar. Kami tidak mau sekolah di KSB menjadi klaster baru covid 19,” imbuhnya.

Baca Juga  TGB: Jangan Belajar Agama di Google

Meski sekolah di kecamatan yang berstatus zona hijau dibuka, jika ada yang terjangkit walaupun satu orang, Agus menegaskan belajar tatap muka akan dihentikan sampai wilayah tersebut benar-benar zona hijau kembali. Ia mencontohkan Kecamatan Brang Ene, ada satu yang terjangkit covid, tatap muka langsung dihentikan sampai orang tersebut dinyatakan sembuh. Saat ini sekolah di Brang Ene sudah dibuka karena kembali berstatus zona hijau. “Apabila dua kecamatan itu diterapkan tatap muka berarti di KSB ada 4 kecamatan sekolah yang belajar tatap muka. Sebelumnya Kecamatan Jereweh dan Brang Ene,” demikian Agus. (SR)

 

iklan bapenda