Didukung Boris Syaifullah, Labuan Kuris Kini Milik Mo—Novi

oleh -88 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18/11/2020)

Jelang pemungutan suara pada 9 Desember 2020, peluang menang pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah—Dewi Noviany S.Pd., M.Pd, kian besar. Dukungan terus mengalir dari sejumlah tokoh berpengaruh yang dikenal memiliki basis massa yang cukup besar di NTB termasuk di Kabupaten Sumbawa. Seperti duo TGB yakni TGKH M Zainul Majdi dan TGKH M Zainuddin Atsani. Keduanya adalah pemimpin organisasi terbesar, Nahdlatul Wathan (NW). Secara tidak langsung pasangan bernomor urut 4 yang dikenal dengan sebutan Mo—Novi inilah yang menyatukan dua TGB tersebut. Ini juga menjadi sejarah dan momen langka. Setelah duo TGB ini, dukungan untuk paslon 4 datang dari pengusaha sukses, Boris Syaifullah. Pendiri sekaligus Presdir dan CEO PT. BorSya Cipta Communica (PT. BCC) perusahaan penyedia properti jaringan telekomunikasi fiber optik di Indonesia ini, sudah menentukan sikap mendukung Mo-Novi.

amdal

Pengusaha kelahiran Labuh Kuris Kecamatan Lape yang kini Ketua Apnatel Jawa Barat kepada media ini mengungkapkan alasannya berjuang untuk kemenangan Mo-Novi. Ia ingin mempersatukan warga Labuhan Kuris yang nilai ini adalah momen yang tepat. Namun ia menegaskan hanya bergerak di basis Labuhan Kuris. “Dulunya Labuhan Kuris pernah melahirkan tokoh, seperti Zainuddin Husein dan Drs. Muhammading. Setelah hilangnya mereka, ibaratnya Desa Labuhan Kuris kehilangan jati dirinya. Saya melihat melalui momen ini, saya ingin mempersatukan mereka. Memang saya korbankan kenetralan demi desa saya. Niat saya ingin membangun dan mempersatukan masyarakat di desa saya,” katanya.

Baca Juga  Jalin Persatuan, Bakesbangpoldagri Terus Bangun Solidaritas Sosial

Alasan lainnya, Boris menginginkan adanya kesinambungan antara provinsi dan kabupaten. Di samping kemampuan dan pengalaman Haji Mo’ di pemerintahan selama ini. Karenanya, Haji Mo menurutnya pantas memimpin Sumbawa. Soal kemudian nomor 4 diidentikkan dengan politik dinasti, baginya tentu semua ada baik buruknya. Namun tentu baiknya yang lebih dominan. “Pak Haji Mo pernah langsung datang ke saya di Bandung dan di Jakarta,” tutupnya. (SR)

iklan bapenda